Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi, Walikota Marten Taha Raih Penghargaan Pendidikan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 30 November 2016 | 21:50 PM Tag: , ,
  

“Kami ingin ada penyetaraan, baik dari tenaga pendidik dan kependidikan, sarana serta prasarana, sehingga input yang dihasilkan sekolah tersebut bisa bersaing hingga ke tingkat Nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Abram Badu menegaskan, akan menjaga prestasi-prestasi yang sejauh ini dicetak pemerintah Kota Gorontalo.

“Alhamdulilah, penghargaan SaMA Award diberikan kepada daerah yang memberikan standar layanan akreditasi sekolah. Dan selama beberapa tahun itu kami sudah melakukan itu. Hasilnya pun bisa kami rasakan saat ini. Kami mendapatkan penghargaan dari usaha yang memang tidak mudah. Butuh dorongan dari semua stakeholder,” kata Abram Badu.

Untuk SaMA Award sendiri dikatakan Ketua BAN Provinsi Gorontalo Prof. Ani Hasan bahwa, penghargaan ini sudah yang kedua kalinya. Pertama diberikan untuk provinsi Gorontalo di tahun 2014 dan di 2016 diberikan kepada Kota Gorontalo.

“Dari 500 lebih kabupaten/Kota, Kota Gorontalo berada di urutan ketiga penerima SaMA Award. Ini menandakan bahwa Kota Gorontalo memiliki keinginan untuk maju dalam meningkatkan layanan mutu pendidikan,” tegas Prof. Ani Hasan.

Ketua PGRI Provinsi Gorontalo itu juga mengucapkan terima kasih terhadap kepedulian kota Gorontalo yang selama ini sudah mengaggarkan dana untuk akreditas sekolah-sekolah di Kota Gorontalo.

“Karena kepedulian Kota Gorontalo, sebagai ketua BAN Provinsi Gorontalo yang mengajukan Kota Gorontalo sebagai salah satu penerima penghargaan SaMA Award. Dan allhamdulillah malam ini (semalam) secara langsung Walikota Gorontalo Marten Taha menerima penghragaan itu dari tangan Mendikbud Muhadjir Effendi.

Saya berharap, kedepan kabupaten-kabupaten di provinsi Gorontalo dapat mengikuti jejak Kota Gorontalo untuk mengakreditaskan sekolah-sekolah di daerahnya. Karena itu sangat penting dalam peningkatan mutu. Tanpa akreditas, maka kualitas serta mutu sekolah itu bisa dipertanyakan,” tegas Ani. (ndi/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar