Lahan Kering di Danau Limboto Terbakar

Terlihat warga dan petugas Koramil Batudaa mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, Jumat (20/09/2019) (Foto: Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kemarau panjang menuntut masyarakat agar lebih waspada ketika melakukan membakar sampah. Pasalnya, insiden kebakaran kian merak dalam sebulan terakhir ini.

Jumat (20/09/20919) giliran lahan kering di kawasan Danau Limboto yang terbakar. Pemicunya tak lain diduga akibat ulah Ato (30) warga Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo membakar lahan di kompleks pendaratan Sukarno Hatta. Beruntung warga serta pemadam kebakaran cepat bergerak, api hanya berjarak 10 meter dari pemukiman.

Berdasarkan informasi, api terlihat membesar pukul 16.00 Wita. Warga yang melihat kejadian langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran. Ardin (50) warga sekitar mengatakan sebelum petugas Damkar datang dia bersama warga lainnya sudah berusaha memadamkan api.

“Kobaran api sudah besar. Jarak dengan rumah sudah dekat. Saya dan warga lainnya memadamkan dengan alat seadanya. Memblokade jalur api dan memukul api menggunakan ranting dan daun,” ujar Ardin. Mereka khawatir sebelum Damkar tiba api akan merembet ke pemukiman warga.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, hanya butuh 30 menit untuk menjinakan api. Mobil Damkar kesulitan menuju lokasi kebakaran, selain jauh dari jalan utama kondisi rumah warga yang berhimpitan, mempersulit akses ke lokasi lahan yang terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, petugas dari Koramil Batudaa dan Polsek Batudaa langsung mengamankan lokasi kebakaran.

Sementara itu akibat musim kemarau yang masih melanda hampir diseluruh daerah, termasuk Gorontalo. Juga mengakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan pada beberapa tempat di Kabupaten Pohuwato, masing-masing Dusun I Desa Bukit Harapan, Kecamatan Wanggarasi, dan di dusun Rejo Mulyo Desa Manunggal Karya Kecamatan Randangan yakni di pekuburan Jawa, Jalan Trans Sulawesi, Randangan, pada Jumat (20/9) kemarin.

Dari informasi yang dirangkum, Peristiwa kebakaran yang terjadi di dusun I Desa Bukit Harapan, Kecamatan Wanggarasi, dan di di dusun Rejo Mulyo Desa Manunggal Karya Kecamatan Randangan, diduga kuat akibat perbuatan masyarakat selaku pemilik lahan yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan perkebunan.

Namun, kurangnya pengawasan pemilik lahan tersebut, membuat api dengan cepat merambat ke lahan perkebunan warga lainnya, Beruntung, Masyarakat sekitar yang dibantu para petugas kepolisian, TNI hingga BPBD dan petugas pemadam kebakaran dengan cepat langsung memadamkan kobaran api yang mulai merambat ke hutan.

Atas peristiwa tersebut, hasil panen jagung warga juga ikut terbakar, hingga mengakibatkan kerugian mencapat puluhan juta rupiah.

Sebelumnya, pada Kamis (19/09/2019, juga terjadi peristiwa kebakaran lahan di Desa Sari Murni Kecamatan Randangan serta Desa Iloheluma Kecamatan Patilanggio, yang juga dilakukan oleh pemilik lahan itu sendiri.

Atas peristiwa tersebut pun, sedikitnya 6 hektar lahan di dua desa yang berbeda tersebut hangus terbakar. Namun, sesuai dengan petunjuk atau prediksi Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) unit III Provinsi Gorontalo, bahwa api berasal dari puntung rokok yang kemudian merembes ke pinggiran jalan menuju lahan perkebunan masyarakat yang berada di pegunungan.

Beruntung, kebakaran lahan masyarakat tersebut juga langsung ditindak lanjuti oleh pemerintah, Kepolisian, TNI yang juga dibantu Masyarakat.

Kepala BPBD Ramon Abdjul mengungkapkan, akibat kebakaran ini, Pemda Pohuwato melalui BPBD berharap kiranya pemerintah kecamatan dan desa wajib untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat terutama para petani agar jangan membakar lahan apapun alasannya karena ini musim kemarau.

“Apalagi sekarang ini kita dalam masa tanggap darurat pertama 14 hari kedepan. Terlebih cuaca saat ini sangat rawan kebakaran, sehingga diharapkan kepada warga masyarakat, jangan sekali-kali membakar lahan. Sebaiknya rumput yang dibersihkan di lahan itu tidak dibakar, melainkan ditimbun dalam lubang supaya aman,” ujar Ramon, Jumat (20/09/2019) kemarin.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato AKBP Agus Widodo,SH,MH yang turun langsung meninjau lokasi kebakaran, mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan.

Dirinya juga memberikan arahan kepada Kapolsek untuk aktif melakukan himbauan kepada masyarakat perihal larangan membakar lahan.

“Saya juga menghimbau semua pihak terutama para Kapolsek agar supaya aktif mensosialisasikan larangan melakukan pembakaran lahan. Jika setelah diberikan arahan kemudian masih tetap melakukan pembakaran lahan dengan sengaja tentu akan ditindak oleh petugas,” tegas Mantan Waka Polres Banyuwangi tersebut. (tr69/ryn/hg)

-