Minggu, 22 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Laksanakan Program Kesehatan dengan Maksimal

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Legislatif , pada Jumat, 13 November 2020 | 10:03 WITA Tag: ,
  Ketua DPRD Gorontalo Utara, Djafar Ismail


Hargo.co.id, GORONTALO – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) diharapkan untuk tidak hanya dilakukan secara seremonial saja, namun diharapkan dijadikan sebagai sebuah momen atau semangat untuk melakukan satu perubahan terutama yang terkait dengan berbagai persoalan yang ada hubungannya dengan kesehatan dan masyarakat serta daerah.

Menurut DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Djafar Ismail, ada cukup banyak persoalan kesehatan yang perlu dibenahi di daerah ini. Seperti penggunaan jamban oleh masyarakat yang memang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

BACA  Cottage di Pantai Monano Mulai Rusak

“Namun tentunya belum semua masyarakat atau rumah yang ada di daerah ini memiliki jamban sendiri. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri agar bagaimana kebiasaan masyarakat yang masih buang air besar tidak di jamban itu mulai membiasakan diri menggunakan jamban,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh politisi senior PDIP tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi pemerintah daerah dengan berbagai program yang telah ditetapkan.

BACA  Rusli Habibie Tak Henti Promosikan Pariwisata Gorontalo

“Namun perlu kami ingatkan kembali bahwa program dapat berjalan dengan maksimal jika ada keseriusan dalam pelaksanaannya. Jangan sampai hanya sebatas program namun implementasinya di lapangan itu sangat minim,” kata Djafar Ismail.

Yang juga perlu untuk diperhatikan, kata Djafar Ismail, yakni terkait dengan persoalan stunting dan juga pemenuhan gizi serta pemberian ASI bagi anak-anak usia balita.

“Di daerah ini kasus stunting masih ada, bagaimana instansi teknis terkait dapat menekan angka ini agar Gorut dapat bebas dari stunting,” tegasnya.

BACA  Kompak dan Solid, Kunci Sukses Bangun Daerah

Tentunya, kata Djafar Ismail, ada hal-hal yang perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan karena ada yang dapat diobati dan ada yang hanya dapat dilakukan tindakan pencegahan karena sulit untuk diobati.

“Ketika hal ini dilakukan terutama kasus yang saling berhubungan erat maka tentunya program yang telah ditetapkan tersebut akan maksimal hasilnya nanti,” kuncinya. (abk/adv/hg)


Komentar