Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lakukan Mapping, DPRD Minta Identifikasi Lahan Bermasalah

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Legislatif , pada Friday, 23 July 2021 | 13:05 PM Tags:
  Ilustrasi Mapping

Hargo.co.id, GORONTALO – Hingga saat ini, Gorontalo Utara (Gorut) belum memiliki data yang terintegrasi dengan lahan yang akan diintervensi program. Olehnya DPRD Gorontalo Utara meminta kepada pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat melakukan pendataan dan mapping lahan.

“Hal penting untuk dilakukan mapping bagi lahan yang akan diintervensi program. Mulai ujung Atinggola hingga Tolinggula harus dilakukan mapping guna mengidentifikasi lahan,” tegas Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik usai melaksanakan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi yang menjadi mitra kerja terkait dengan pembebasan lahan.

Menurut Hamzah Sidik, mapping harus dilakukan karena akan nampak lahan yang bermasalah atau tidak. Selanjutnya, hasil mapping itu menjadi data untuk melakukan sesuatu guna menyelesaikan lahan yang masih terkendala dengan statusnya.

“Seperti halnya terkait dengan persoalan penanganan banjir yang ada di Kecamatan Anggrek yang hingga saat ini belum ada yang dapat dilakukan. Hal tersebut disebabkan oleh lahan mangrove yang ada di lokasi sungai,” ujarnya.

Bagi Hamzah Sidik, ini harus diseriusi. Jika tidak, maka masalah status lahan tak terpecahkan. Terhadap penanganan permasalahan lainnya seperti banjir tidak akan pernah selesai jika lahannya masih bermasalah. (*)

Penulis: Alosius M. Budiman
(Visited 35 times, 1 visits today)

Komentar