Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lama Terbengkalai, Apa Kabar Akses Pontolo – Ombulodata?

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Utara , pada Senin, 20 Juni 2022 | 06:05 Tag: ,
  Kondisi akses Pontolo - Ombulodata yang terlantar cukup lama. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak diketahui secara pasti, kapan tepatnya akses Pontolo – Ombulodata dibangun. Hanya saja, oleh Dinas PUPR Gorontalo Utara (Gorut), jalan tersebut merupakan tambahan atau lanjutan dari by pass yang dibangun pada era Rusli habibie masih menjabat sebagai bupati di daerah tersebut.

Kepada media ini, Kepala Dinas PUPR Gorontalo Utara, Haris Latif mengungkapkan, untuk kelanjutan pembangunannya akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022. Sebelumnya memang jalan tersebut pernah dikerjakan, namun karena terkendala dengan anggaran, tidak dilanjutkan dan terlantar selama bertahun-tahun. Sehingga kondisi jalan tersebut dipenuhi rumput liar dan juga di beberapa bagian, timbunan pada jalan tersebut telah tergerus air sehingga membuat lubang yang panjang sehingga sulit untuk dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4 keatas.

“Jalan Pontolo itu satu paket, dan dokumennya masih ada review dari balai jalan, karena rencana jalan itu akan dialih statuskan. Sehingga mereka juga meminta terkait dengan elevasinya itu sesuai dengan standar jalan nasional,” ungkapnya.

Untuk anggarannya, kata Haris Latif, Rp 21 miliar dengan panjang 1,6 kilometer, Itu sudah ada konstruksi, karena disitu akan di potong lagi kemudian yang dibawah akan diangkat untuk mengurangi kemiringan. 

“Karena itu hasil diskusi kita dengan Balai Jalan, sehingga di Pontolo saat ini yang sering terjadi kesulitan kendaraan berat saat olah gerak ketika turun hujan,” jelasnya.

Nantinya, kata Haris Latif, ketika jalan tersebut selesai dikerjakan, maka untuk kendaraan berat akan turun melalui jalur lama, dan untuk jalan yang baru itu digunakan saat kendaraan berat akan naik, sehingga tidak akan mengganggu arus lalu lintas. 

“Sehingga ada 2 jalur yang naik dan turun supaya kontainer tidak terganggu ketika melintas. Kalau dari diskusi dengan Balai Jalan kita tetap lewat sini, tetapi dengan syarat elevasinya itu sesuai standar jalan nasional,” jelasnya.

Haris Latif menegaskan bahwa jalan tersebut bukan sengaja dibiarkan, namun memang kendala utamanya adalah anggaran yang luar biasa besarnya dana yang dibutuhkan.  

Haris juga sedikit menyesal ketika jalan tersebut terbengkalai, sehingga untuk mengalihkannya saat ini, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. 

“Padahal kalau dulu, pakai permen PU untuk perubahan alih status masih yang lama, akan cepat perubahan alih status jalan itu. Karena permintaan yang dulu mudah, hanya buka lahan, tetapi tidak sempat. Nah sekarang kita diminta untuk mengikuti elevasi yakni di atas turun 4 persen dan di bawah naik 3 persen,” paparnya.

Namun yang pasti, kata Haris Latif, jalan tersebut akan segera dikerjakan dan dapat dimanfaatkan tahun ini juga. Rencananya jalan tersebut akan dialihkan menjadi jalan nasional, sehingga untuk kualitasnya harus mengikuti kualitas nasional dan untuk dokumennya masih sementara dikaji di Balai Jalan. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 2.324 times, 1 visits today)

Komentar