Sabtu, 4 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lancar Menulis dengan Tangan Transplan

Oleh Aslan , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 21 Juli 2017 | 06:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Zion Harvey menerbitkan harapan dunia kedokteran di bidang transplantasi organ. Bocah 10 tahun yang menjalani transplantasi tangan pada Juli 2015 itu sudah bisa melakukan banyak hal dengan dua tangannya. Mulai menulis, makan, sampai memakai baju sendiri. Artinya, fungsi motorik halus tangan cangkokan tersebut sudah optimal.

”Lewat terapi harian yang rutin dia jalani, fungsi kedua tangannya semakin maksimal. Dukungan psikososial yang dia terima juga membuat kepercayaan dirinya meningkat,” kata Sandra Amaral, salah seorang dokter di Children’s Hospital of Philadelphia, pada Selasa (18/7). Dia mengatakan bahwa Harvey sudah bisa beradaptasi dengan kedua tangan barunya hanya dalam waktu 18 bulan pascaoperasi.

Setelah menjalani transplantasi pada kedua tangannya, kehidupan Harvey menjadi normal. Bocah 10 tahun itu bisa beraktivitas layaknya anak-anak yang memiliki tangan dan kaki lengkap. ”Dia menjadi jauh lebih mandiri daripada sebelumnya,” ujar Amaral. Dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health, tim dokter Philadelphia menyebut transplantasi dua tangan pertama pada anak-anak itu sebagai kesuksesan.

BACA  Mengerikan, Ibu Kota India Diserang Belalang Penghacur

DULU: Zion sebelum menjalani operasi.

DULU: Zion sebelum menjalani operasi. (Children Hospital of Philadelphia)

Harvey harus kehilangan tangan dan kaki pada usia 2 tahun. Dia mengalami sepsis sehingga dua tangan dan kakinya terpaksa diamputasi. ”Saat umur saya 2 tahun, tangan saya harus dipotong karena saya sakit,” kata bocah asal Baltimore tersebut tentang amputasi tangannya. Dokter mengamputasi dua tangannya di bagian pergelangan tangan. Sementara itu, kakinya dipotong pada bagian bawah lutut.

BACA  Pertama Kalinya di New York Tak Ada Kasus Kematian Akibat Covid-19

Tidak hanya kehilangan tangan dan kaki, infeksi pada tubuh Harvey itu juga membuat ginjalnya tak berfungsi. Sejak berusia 2 tahun, Harvey terpaksa menjalani dialisis rutin. Dua tahun kemudian, dia menjalani operasi transplantasi ginjal. Donatur ginjal Harvey adalah ibunya sendiri, Pattie Ray. Kini Harvey bisa beradaptasi dengan ginjal barunya yang mampu berfungsi normal.

Empat tahun setelah operasi transplantasi ginjal, Harvey mendapatkan donor tangan. Dua tangan yang kini tersambung pada tangan Harvey itu milik seorang bocah lain yang meninggal dunia. ”Tubuh pasien delapan kali menolak dua tangan yang terpasang di pergelangan tangan. Yang terparah terjadi pada bulan keempat dan bulan ketujuh pascaoperasi.” Demikian bunyi jurnal medis Harvey.

BACA  Beri Dukungan ke India, AS Sindir Tiongkok Soal Bentrokan di Perbatasan

Namun, berkat terapi rutin dan obat-obat immunosuppressive (obat-obatan yang berfungsi menekan aktivitas imun tubuh) dengan dosis tepat, kondisi Harvey membaik. ”Meski tubuhnya sempat menolak, ternyata otak Harvey tidak mengidentifikasi dua tangan itu sebagai benda asing. Maka, dalam hitungan hari pascaoperasi, Harvey sudah bisa menggerakkan jari-jarinya,” ungkap Amaral.

Kini Harvey, yang menggunakan kaki palsu sebagai penyambung kaki aslinya yang hanya sepanjang lutut, tumbuh menjadi bocah normal dengan dua tangan sambungan. Agustus lalu dia bahkan mengikuti kompetisi bisbol Baltimore Orioles. ”Setahun setelah punya tangan, dia sudah bermain bisbol,” kata Ray. Dia sangat bersyukur karena kini sang putra bisa mandi dan berpakaian sendiri sebelum sekolah. (*)

AFP/BBC/theguardian/hep/c6/any/hg


Komentar