Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Langgar Protokol Kesehatan, Paslon Bakal Diberi Sanksi

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Rabu, 9 September 2020 | 23:05 WITA Tag: , , ,
  Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Mematuhi protokol Kesehatan adalah hal mutlak yang wajib dijalankan setiap Pasangan Calon (Paslon) yang akan berkompetisi pada Pilkada serentak 2020. Jika tidak, Paslon akan diganjar dengan sanksi tegas.

Ini terkuak pada rapat koordinasi antara Menko Polhukam, Kementerian Dalam Negeri, Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala Satgas Covid-19 yang dilaksanakan lewat video conference, Rabu (09/09/2020).

BACA  Gaji GTT jadi Prioritas pada Pembahasan APBD Perubahan

“Akan diberlakukan sanksi yang tegas terutama pada calon, baik itu petahana maupun calon baru. Sanksinya berupa penundaan pelantikan, jika Paslon itu terpilih. Intinya bahwa nantinya ada simulasi-simulasi sanksinya,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku yang mewakili Bupati Nelson Pomalingo pada rapat koordinasi itu.

Ia mengatakan, Pilkada serentak kali ini sedikit berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Wabah Covid-19 sedikit mempengaruhi berbagai proses pelaksanaannya. Olehnya, kata Sumanti, dampak yang ditimbulkan Covid-19 perlu diperhatikan

BACA  Penerapan Protokol Kesehatan, Nelson : ASN Harus Jadi Contoh Masyarakat

‘’Proses pelaksanaan pilkada ini tidak hanya sekedar terkait kontestasi politik, tapi juga hal yang perlu disadari bahwa dampaknya ke semua elemen masyarakat. Sehingganya, pemerintah pusat akan mengawasi secara ketat seluruh daerah utamanya para calon agar benar-benar taat dalam protokol kesehatan,” ujarnya.

BACA  Hasil Pleno KPU Bone Bolango, Empat Pasang Layak Ikut Pilkada

Terakhir, Sumanti mengutarakan bahwa besar harapan pemerintah suksesnya pilkada serentak ditengah pandemic ini tidak akan menimbulkan klaster baru.

‘’Kami pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat tentunya berharap para calon dan juga seluruh elemen masyarakat agar betul-betul mematuhi dengan ketat protokol kesehatan, agar kemudian proses Pilkada ini tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” pungkas Sumanti. (lya/adv/hg)


Komentar