Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Langkah Biden Makin Mulus, Trump Keok di Wisconsin dan Michigan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 5 November 2020 | 23:58 WITA Tag: ,
  Joe Biden kalahkan Donald Trump di negara bagian Wisconsin dan Michigan (FREDERIC J. BROWN / AFP)


Hargo.co.id, WASHINGTON – Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, semakin mendekati angka Electoral Votes 270 sebagai syarat suara Electoral College. Hanya tinggal 6 suara lagi, Biden meraih kemenangan. Biden bahkan berhasil menang di kandang yang dimenangkan Trump 4 tahun lalu yakni Michigan dan Wisconsin.

Dilansir dari JawaPos.com, Kamis (5/11), situasi ini semakin mempersulit langkah Donald Trump di tengah rencananya yang bakal bergerak maju untuk melakukan pertarungan secara hukum. Sementara itu Trump untuk suara Electoral College baru mencapai 214. Jalan Trump menuju kemenangan semakin sempit.

Sebelumnya, Trump mengumumkan kemenangan di negara bagian Pennsylvania, Michigan, North Carolina, dan Georgia. Namun keadaan justru terbalik. Biden dinyatakan sebagai pemenang di Michigan dan Wisconsin, dua negara bagian penting yang dimenangkan oleh Trump pada 4 tahun lalu dalam pemilihan 2016.

BACA  Diguncang Gempa dan Tsunami, Bagaimana Kondisi WNI di Turki?

Tim Kampanye Trump tak terima. Mereka mengancam akan mencari penghitungan ulang di Wisconsin dan kemudian mengumumkan bahwa mereka telah mengambil tindakan hukum untuk menghentikan penghitungan suara di Michigan. Itu adalah salah satu dari serangkaian tuntutan hukum Trump. Perpanjangan tenggat waktu surat suara juga diminta Trump di Pennsylvania. Selain itu, kubu Trump juga mengajukan upaya lain untuk memisahkan surat suara yang terlambat absen di Georgia.

Serangkaian ancaman tim kampanye Trump datang ketika Trump masih memiliki jalan tersisa untuk memenangkan 270 suara elektoral. Peluang Trump untuk memenangkan masa jabatan kedua bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan keunggulannya di negara bagian seperti Georgia dan Pennsylvania, sementara Biden telah mempersempit kesenjangan saat penghitungan suara berlangsung.

BACA  Dianggap Berbahaya, 89 Perusahaan Tiongkok Masuk Daftar Hitam AS

Biden juga memegang keunggulan tipis di Arizona dan Nevada. Jika dia bisa menguasai negara bagian itu, mantan wakil presiden itu bisa memenangkan pemilihan bahkan tanpa harus menang di Pennsylvania.

“Saya di sini bukan untuk menyatakan bahwa kami telah menang,” kata Biden dalam pidatonya pada Rabu (4/11) sore di Wilmington, Del.

“Tetapi saya di sini untuk melaporkan bahwa ketika penghitungan selesai, kami yakin kami akan menjadi yang terbaik. Pemenang,” tegas Biden yakin.

Bahkan sebelum penghitungan Wisconsin dilakukan, tim kampanye Trump mengatakan akan meminta penghitungan ulang. Di bawah hukum Wisconsin, penghitungan ulang dapat diminta jika margin antara dua kandidat teratas kurang dari satu poin persentase.

BACA  Menangi Pilpres AS 2020, Publik Menyambut Janji Biden

“Presiden meminta penghitungan ulang dan kami akan segera melakukannya,” kata manajer tim kampanye Trump, Bill Stepien, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Empat tahun lalu, Michigan memberikan salah satu kemenangan Trump yang paling mengejutkan dan membantunya merebut kembali negara-negara industri di Utara yang telah mendukung Demokrat dalam pemilihan presiden sejak 1990-an. Sementara di negara bagian lainnya masih ada lebih dari 1,4 juta surat suara yang harus dihitung.(ep/mhv/jawapos/hg)

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Trump Keok di Wisconsin dan Michigan, Langkah Biden Makin Mulus“. Pada edisi Kamis, 05 November 2020.

Komentar