Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lapas Boalemo Kedatangan Terpidana Terorisme

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 4 Agustus 2017 | 10:39 AM Tag: ,
  

Harg.co.id GORONTALO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Boalemo kedatangan warga binaan baru terkait kasus terorisme. Dia adalah Asri Parakasi (45), yang merupakan pindahan dari Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

Arsi menjadi warga binaan ketiga kasus terorisme yang kini di tahan di Lapas di Provinsi Gorontalo.
Arsi Parakasi tiba di bandara Jalaludin Gorontalo, menggunakan penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan PK-L4F CGK-GTO.

Arsi tiba dengan pengawalan ketat dua anggota Densus 88 Mabes Polri dan satu JPU dan salah seorang petugas Badan Pemasyarakatan.
Asri tiba di bandara menggunakan kemeja hitam lengan panjang hitam dan menggunakan peci hitam.

Setibanya di Bandara, Asri langsung menuju ke mobil dan menuju Lapas kelas IIB Boalemo. Pria kelahiran Bone ini sendiri menambah daftar napi teroris yang kini tengah menjalani masa tahanan di wilayah Gorontalo.

Sebelumnya, Lapas Kelas II A Gorontalo menerima satu terpidana teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) jaringan Santoso.
Terpidana teroris yang diketahui bernama Mohamad Akbar ini telah divonis 7 tahun penjara. Yang satunya bernama Imbran alias Genda alias Abi Ahmad yang sudah divonis 4 tahun penjara.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Gorontalo, Agus Subandriyo saat dikonfirmasi membenarkan soal pemindahan napi teroris ini. Alasan pemindahan sendiri, menurut Agus, sudah menjadi kebijakan langsung dari Kementrian Hukum dan HAM RI.

“Untuk alasannya, saya kurang tahu, karena kita hanya dapat suratnya saja, tapi kalau soal informasi pemindahan tahanan itu memang benar,” terangnya.

Lebih lanjut Agus menambahkan, kehadiran satu lagi napi teroris ini sendiri, menurutnya, tidak akan berpengaruh pada sistem pembinaan ataupun stabilitas keamanan di dalam Lapas nantinya.

“Bisa jadi alasan pemindahan napi teroris itu juga karena sistem pembinaan kita terhadap napi di Gorontalo memang baik,” terangnya sembari tersenyum. Agus juga mengatakan, Asri sendiri akan ditempatkan di Lapas Kelas IIB Boalemo.

Sementara itu, Kalapas Boalemo, Totok Budiyanto, didampingi Kepala KPLP, Kasdin Lato, menyampaikan berdasarkan SOP pihaknya menempatkan Agus sebagai langkah untuk menempuh pengawasan secara ketat. “Penahanan di ruang Mapenalik sampai 7 hari atau lebih.

Namun begitu, dari tim Mako Brimob menyamapaikan yang bersangkutan cukup kooperatif sehingga kami pun tetap menilai dan melakukan pembinaan sesuai prosedur yang ada,” beber Kasdin Lato.

Proses pemindahannya untuk kedua kali itu tercatat berada dalam kasus yang sama, hanya saja dari tim berbeda.(nrt/tr-45)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar