Selasa, 6 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lapas Pohuwato Bakal Tingkatkan Sarana Asimilasi Edukasi 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Pohuwato Ragam , pada Selasa, 22 November 2022 | 00:05 Tag: ,
  Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fery Utiarahman, saat meninjau sarana asimilasi edukasi. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato, dikabarkan akan lebih ditingkatkan pemanfaatannya, sehingga dapat menghasilkan produktivitas hasil kerja yang lebih maksimal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fery Utiarahman, kepada Wartawan media ini, usai meninjau SAE di Lapas Kelas IIB Pohuwato, Senin (21/11/2022).

Menurut Fery Utiarahman, di hari pertamanya bertugas sebagai Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Lapas Kelas IIB Pohuwato itu, mengaku hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawabnya, dalam penyelenggaraan pembinaan kemandirian kepada warga binaan.

“Saya melihat dari dekat, Lapas Industri Pohuwato ini sangat potensial untuk memberdayakan warga binaan. Keberadaan prasarana penunjang SAE masih sangat mumpuni untuk meningkatkan produktivitas hasil kerja,” ungkap Fery Utiarahman.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Industri manufaktur dengan pemanfaatan sabut kelapa menjadi produk cocopeat dan cocofiber masih sangat seksi untuk dikembangkan, begitupun usaha handycraft dari warga binaan, yang menghasilkan cinderamata sangat memiliki daya saing untuk menembus pasar domestik maupun ekspor. 

“Ada juga sektor agribisnis dengan ketersediaan lahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan tanaman menghasilkan, tinggal strategi promosi dan membangun networking yang perlu dipertajam lagi,” jelas Fery Utiarahman.

Lain dari itu, Fery Utiarahman juga menuturkan, setelah melakukan survey, identifikasi serta pemetaan lapangan, dalam waktu dekat ini dirinya akan mempresentasikan kepada pimpinan. Hal itu untuk action program prioritas dan sekaligus menetapkan target capaian kinerja, baik target dalam pencapaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maupun target dalam peningkatan skill dan keterampilan warga binaan. 

“Hal itu bertujuan ketika bebas kelak, mereka memiliki softskill yang dapat dimanfaatkan di masyarakat,” tutur Fery Utiarahman.

Diharapkan, kegiatan pembinaan di luar tembok (extramural treatment) melalui implementasi keterampilan dalam kegiatan produktif, sekaligus mengedukasi masyarakat akan kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan Lapas ini, dapat benar-benar membawa efek positif terhadap tujuan pemasyarakatan. 

Berhubungan dengan hal ini, Kalapas Kelas IIB Pohuwato berharap, keberadaan SAE atau Sarana Asimilasi Edukasi tersebut, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin serta bisa juga dijadikan sebagai destinasi wisata bagi masyarakat sekitar.(*)

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 34 times, 1 visits today)

Komentar