Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lapas Pohuwato Resmi Terapkan Larangan Merokok

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam HumKam , pada Jumat, 13 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak perlu menunggu lama, setelah rapat internal yang dilaksanakan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka Lapas) Pohuwato beserta seluruh sipir hingga karyawan, akhirnya Rabu (11/12/2019), Lapas Pohuwato resmi menerapkan larangan merokok.

Larangan merokok itu sendiri bukan hanya berlaku terhadap seluruh sipir hingga karyawan Lapas, akan tetapi bagi seluruh warga binaan di Lapas Pohuwato. Bahkan pengunjung pun dilarang untuk merokok di kawasan Lapas Pohuwato.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka Lapas) Pohuwato, Rusdedy, A.Md,IP,SH,M.Si, ketika diwawancarai menjelaskan, semuanya telah sepakat untuk tidak merokok di kawasan Lapas Pohuwato. Bahkan pihaknya telah mengundang motivateen, untuk memberikan terapi berhenti merokok.

“Alhamdulillah serasa berada disebuah taman, dimana udara sangat bersih dan segar. Apalagi Lapas Pohuwato berdekatan dengan hutan dan jauh dari keramaian atau hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, sehingga udaranya sangat bersih dan segar,” ungkapnya.

Lanjut kata Rusdedy, meski baru tahap awal, akan tetapi larangan untuk merokok di kawasan Lapas Pohuwato ditaati oleh seluruh petugas Lapas hingga warga binaan. Meski demikian, bagi mereka yang melanggar, pasti akan mendapatkan sanksi. Diantaranya,  petugas akan dikenakan denda Rp 25 ribu harga satu bungkus rokok. Dendanya diserahkan kepada yang menangkap. Napi boleh tangkap petugas yang merokok. Bagi Napi dan tahanan yang kedapatan merokok akan dikarantina.  Apabila ada yang tidak mampu berhenti merokok, tentunya akan diusulkan pindah ke Lapas yang bebas merokok. Sedangkan untuk pengunjung yang ketahuan merokok akan dikenakan sanksi larangan berkunjung sampai waktu yang ditentukan.

Video

“Kami berupaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Banyak warga binaan yang sakit karena kebanyakan merokok, yang tidak merokok pun bisa terkena penyakit dan petugas harus memberikan teladan serta contoh untuk tidak merokok. Insyaallah hal ini bisa terus diterapkan kedepannya,” tandasnya. (kif/hg)