Saturday, 18 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Legislator Menara Soroti Insentif Nakes Belum Terbayarkan

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Headline Legislatif , pada Thursday, 29 July 2021 | 08:05 AM Tags: ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Legislator Menara (sebutan lain Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo), Anton AN. Ahmad menyorot insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang belum terbayarkan. Dirinya lantas meminta instansi terkait untuk segera membayar insentif Nakes yang ada di Kabupaten Gorontalo. 

Permintaan ini selaras dengan banyaknya keluhan soal pembayaran insentif Nakes yang tak kunjung dibayarkan. Padahal, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie beberapa hari lalu menegaskan agar tak ada lagi alasan ini dan itu soal insentif Nakes yang belum terbayarkan.

“Ini sudah 6 bulan lamanya. Kita harus tahu, bahwa jiwa dan raga mereka sudah dikorbankan untuk menangani Covid-19. Ini bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan,” kata Anton AN. Ahmad,  Selasa (27/07/2021). 

Politisi Partai Gerindra ini juga mendorong pemerintah daerah menjelaskan kepada publik apa kendala yang menyebabkan insentif Nakes belum terbayarkan secara menyeluruh. 

“Jika ada kendala jelaskan. Kesulitannya dimana, penyebabnya apa? Publik butuh itu terlebih para Nakes, namun yang paling penting harus segera dicairkan,” tegas Anton AN. Ahmad. 

Untuk itu, ia menargetkan akhir Juli masalah insentif para Nakes telah selesai dibayarkan oleh pemerintah. Semoga pemerintah melalui Dinas Kesehatan bisa bergerak cepat. Selanjutnya, masalah keterlambatan pembayaran insentif terhadap Nakes tidak terjadi berulang kali. Sebab, apa yang telah diberikan dalam menangani masyarakat dan pasien Covid-18 tidak sebanding dengan yang diterima. 

“Semoga hal serupa tidak terjadi kembali, jadikan keterlambatan ini sebagai pelajaran,” pungkas Anton AN. Ahmad.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Dr. Roni Sampir mengatakan untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan sementara dalam progres akhir pencairan. 

“Ada 96 tenaga kesehatan yang belum terbayarkan sejak Januari hingga Juli 2021. Untuk Innakesda berjumlah Rp 231.428.546, dan vaksinasor sebanyak Rp 98.450.000. Alhamdulillah sekarang dalam progres akhir pencairan,” kunci Roni Sampir. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar