Senin, 16 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lelang Proyek Jalan Andalas Disorot, Ini Reaksi Pemprov Gorontalo 

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 4 April 2022 | 16:05 Tag: ,
  Aanwijzing lapangan paket rekonstruksi Jalan John Ario Katili (Eks Jalan Andalas) yang dihadiri oleh Pokja, tim Pendamping, kontraktor serta OPD terkait. (Foto: istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Biro Pengadaan Barang dan Jasa mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dalam hal meluruskan tudingan yang dilayangkan oleh pihak PT Apro Megatama selaku salah satu peserta yang mengikuti tender proyek Jalan Andalas yang sekarang Jalan John Ario Katili. 

Pihak PT Apro Megatama sendiri dalam tudingannya menilai bahwa ada praktik yang tidak sehat dalam proyek tersebut. 

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Sultan Kalupe menjelaskan, proses pengadaan paket rekonstruksi Jalan John Ario Katili mendapatkan monitoring dan evaluasi berdasarkan Sprin Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo dan Kajati Gorontalo. Tujuannya setiap langkah dan keputusan yang diambil selalu berdasarkan aturan. 

“Prosedur dan tahapan evaluasi dokumen penyedia dilaksanakan dengan mengacu pada dokumen pemilihan penyedia nomor 03/31812576/UKPBJ/II/2022 tanggal 15 februari 2022 dan dokumen perubahan nomor 03.add/31812576/UKPBJ/II/2022 tanggal 21 februari 2022 yang berpedoman pada perka LKPP No. 12 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia,” jelas Sultan Kalupe. 

Selain itu pihaknya juga mengaku sudah menerima surat aduan dari PT Apro Megatama pada Jumat kemarin. Surat tersebut sedang dicermati dan didiskusikan kelompok kerja (Pokja) serta akan ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi dengan APH. Ia juga menyebutkan evaluasi dokumen penyedia tersebut merupakan domain dari Pokja, yang jika ada koreksi dari masyarakat, Biro Pengadaan akan mengevaluasi dengan pelibatan semua unsur. 

“Setelah itu kami akan mengundang perusahaan yang keberatan untuk kami sampaikan hasil konsultasi dan koordinasi. Prinsipnya, kami bekerja sesuai aturan dan terpenting kami ingin pekerjaan ini bisa segera terlaksana tanpa ada pihak – pihak yang merasa dirugikan,” pungkas Sultan Kalupe. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 73 times, 1 visits today)

Komentar