Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lensa Tradisi Walima di Perayaan Maulid Nabi di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 13 Desember 2016 | 14:36 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Ada yang menarik setiap tahunnya dilakukan umat Islam saat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dalam istilah Islam disebut Maulid Nabi SAW yang jatuh 12 Desember kemarin.

Di Provinsi Gorontalo peringatan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi walima.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

Tradisi walima adalah tradisi tua semasa kerajaan-kerajaan Islam ada, yang dilaksanakan turun-temurun antar generasi. Diperkirakan mulai ada sejak Gorontalo mengenal Islam, pada abad XVII.

Walima merupakan tradisi lama yang hingga kini masih terpelihara dengan baik.

BACA  Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Randangan, Wafat 

Tanpa diperintah, setiap masjid di seluruh Gorontalo melaksanakan tradisi ini, dan masyarakatnya menyiapkan kue-kue tradisional seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, pisangi.

Sejak tahun 1673, saat kerajaan Gorontalo menetapkan semboyan adat bersendikan syara dan syara bersendikan kitabullah, sejak itu tradisi walima mulai ramai dilaksanakan masyarakat. (ndi/hargo)

BACA  Pemprov Gorontalo Gelar Adat Tonggeyamo Penetapan 1 Ramadan 1442 Hijriah

Berikut beberapa potret tradisi Walima dalam perayaan Maulid Nabi pada 12 Desember kemarin. 

Tradisi walima menyedot perhatian wisatawan asing

 

Di Suwawa Walima di arak keliling Bone
Bolango

 

Di Desa Kayu Bulan, warga membuat walima dengan ketinggian 6 meter

 

Walima Berbentuk Kapal

Komentar