Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lepas Ekspor Produk Pertanian Gorontalo, Mentan: Rp 1 Triliun for Petani

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Rabu, 5 Februari 2020 | 22:05 PM Tag:
  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

Hargo.co.id, GORONTALO – Selain meresmikan Brigade Alsitan, kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) RI ke Gorontalo juga melepas ekspor produk pertanian Gorontalo dengan total nilai Rp 115.576.000.000. Pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi berlokasi di Brigade Alsitan Provinsi Gorontalo, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (05/02/2020).

Ekspor sebesar itu terdiri dari tiga produk yaitu kopra putih sebanyak 600 ton dengan nilai Rp 8,4 miliar dengan tujuan negara Pakistan. Ada juga produk tepung kelapa sebanyak 6.500 ton dengan nilai Rp 106,6 miliar dengan tujuan Tiongkok, Taiwan, Jerman, Belanda, Rusia, Polandia dan Afrika.

Berikutnya produk briket arang tampurung kapasitas 30 ton. Produk yang dipesan Arab Saudi itu diekspor dengan nilai Rp 576.000.000.

“Saya baru 100 hari jadi menteri tapi kita sudah ekspor Rp 161 triliyun. Bagaimana manajemennya, pengolahannya, teknologinya kita tingkatkan. Saya siap bersama Gorontalo untuk membuat pertanian lebih baik lagi,” ucap polisiti yang kerap disapa SYL ini.

Ia juga mengatakan, kementerian Pertanian akan mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bidang pertanian untuk Gorontalo senilai Rp 1 triliun. Angka itu diharapkan bisa membantu petani untuk meningkatkan modal usaha utamanya memenuhi teknologi pengolahan pertanian.

“Ada perbankan di sini? Tolong bantu pak gubernur, pak bupati. Saya akan dorong KUR senilai satu riliun rupiah. Satu triliun dana KUR. Saya sudah ukur dana itu, yang kami kontrol khusus pertanian ada Rp 20 triliun,” ungkap Mentan.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie optimis prospek pertanian Indonesia khususnya Gorontalo akan semakin maju di tangan SYL. Ia menilai sahabatnya itu punya segudang pengalaman saat menjadi lurah, bupati hingga gubernur Sulsel dua periode.

“Saat beliau jadi bupati, gubernur dua periode itu Sulawesi Selatan swasembada pangan. Mulai dari jagung, padi dan ternak. Sampai dengan hari ini, Provinsi Gorontalo ‘mengimpor’ sapi dari Sulawesi Selatan,” ungkap Rusli.

Rusli berharap SYL bisa memberikan perhatian bagi pertanian Gorontalo. Sektor di mana 65 persen rakyatnya bergantung di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

“Tolong Gorontalo diperhatikan pak. Kurang lebih 65 persen masyarakat saya petani, nelayan dan peternak,” pinta Rusli.

Pada kunjungan kerja tersebut Mentan SYL juga menyerahkan berbagai bantuan. Diantaranya benih padi inbrida senilai Rp 5 miliar, bantuan padi nutri zinc senilai Rp 480 juta dan bantuan budidaya padi ladang senilai Rp 7,5 miliar.

Bantuan alsintan senilai Rp 4,4 miliar, bantuan benih jagung hibrida senilai Rp 20,3 miliar serta bantuan peternakan senilai Rp 3,3 miliar.(adv/rwf/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar