Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Letnan Jenderal Jagoan Taktik Militer jadi Penasehat Trump

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 22 Februari 2017 | 14:52 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya punya penasehat keamanan nasional. Dia menunjuk Letnan Jenderal Herbert Raymond McMaster sebagai pengganti Letjen Michael Flynn yang mundur pekan lalu.

Penunjukkan McMaster cukup mengejutkan. Pasalnya, meski terbukti jagoan dalam urusan taktik dan strategi militer, namun  dia dikenal sebagai anggota militer yang blak-blakan dan kerap mempertanyakan keputusan atasannya. Itu sangat kontradiktif dengan Gedung Putih yang belakangan sangat sulit menerima kritik.

”Dia dihormati oleh setiap orang di militer dna kami terhormat bisa mendapatkannya,” kata Trump kepada wartawan di West Palm Beach. ”Dia lelaki dengan talenta dan pengalaman yang luar biasa,” sambungnya.

Berbeda dengan Flynn, McMaster adalah salah seorang tokoh yang menilai Rusia adalah ancaman dan musuh antagonis untuk AS. Sementara, Flynn melihat Rusia sebagai partner geopolitik yang potensial untuk AS. Untuk sisi ke-Rusia-an ini lah kelihatannya McMaster bakal bersebrangan dengan Trump. Sebelumnya, Trump menunjukkan keinginannya untuk menjalin hubungan dengan Rusia lebih baik dibanding pendahulunya, Barack Obama.

Pilihan Trump kali ini pun mendapat respons positif, Senator Republik John McCain sekaligus chairman Senate Armed Services Committee dan kritikus Trump mengatakan kalau pilihan Trump sangat bagus. ”Saya memberikan pujian kepada Presiden Trump untuk keputusan ini,” kata McCain.

Pun demikian dengan mantan duta besar Rusia saat pemerintahan Obama, Michael McFaul. ”Pilihan yang baik dan McMaster tidak takut untuk mempertanyakan keputusan bosnya,” kata McFaul.

McMaster, 54, adalah lulusan West Point yang dikenal dengan gelar H.R. Dia juga punya gelar Ph.D. untuk ilmu sejarah dari Universitas North Carolina di Chapel Hill.  Pada 2014, dia masuk dalam 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time.(Reuters/tia)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar