Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lewat Batas Ketentuan Segera lapor Ke Saber Pungli, Nihh Daftar Tarif Parkir

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 9 Juni 2017 | 11:33 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id KOTA,- Pemerintah Kota Gorontalo makin ketat dalam penerapan semua tarif yang ada di pasar senggol mulai dari tarif kapling lapak, maupun tarif parkir. Tidak ingin pengalaman tahun-tahun sebelumnya terulang tarif di pasar senggol yang sangat membebani masyarakat maupun pedagang. Maka Pemkot Gorontalo membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) pungli untuk mengawasi semua yang berhubungan dengan pemberian tarif di pasar senggol.

Tim terpadu sendiri terdiri atas unsur kepolisian, TNI dan Detasemen Polisi Militer (DENPOM) Gorontalo. Sebelumnya, Walikota Gorontalo sendiri telah menetapkan Pihak Kesbang Kota Gorontalo sebagai panitia penanggung jawab pasar senggol untuk tahun ini. Dalam rapat tersebut, beberapa hal penting telah disepakati terkait pelaksanaan pasar senggol di Kota Gorontalo tahun ini.

Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo Arifin Mohammad yang diwawancarai menuturkan, beberapa hal teknis terkait pelaksanaan pasar senggol yang akan diterapkan pertama terkait waktu pelaksanaan pasar senggol Kota Gorontalo yang ditetapkan akan dimulai pada hari Minggu tanggal 11 Juni mendatang dan berakhir pada satu hari sebelum lebaran.

Selanjutnya, terang Arifin, hal yang ikut diatur oleh pemerintah adalah terkait jumlah lapak untuk pasar senggol, dan tarif sewa kapling. “Kalau untuk jumlah Lapak, itu tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni kurang lebih 400 lapak, sedangkan untuk sewa lapak, tahun ini tarifnya kita turunkan menjadi Rp 600 ribu per kapling, hal itu sudah termasuk sewa tenda, keamanan dan kebersihan,” ujar Arifin.

BACA  Pemkab Gorontalo Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni 2021

Demikian halnya dengan tarif parkir di lokasi pasar senggol yang juga ikut diatur. Untuk tarif parkir ditetapkan Rp 2000 untuk sepeda motor, Rp 3000 untuk bentor dan Rp 5000 untuk mobil.

Arifin menuturkan, dalam tim terpadu yang dibentuk oleh pemerintah Kota Gorontalo saat ini, di dalamnya juga termasuk tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Kota Gorontalo, guna mengantisipasi jangan sampai ada praktek pungli di lapangan.

Artinya jika ada petugas parkir yang manaikkan tarif parkir maka diminta laporkan ke panitia senggol yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh tim saber pungli.

Tidak hanya berhubungan tarif parkir, jika ada pungutan-pungutan diluar ketentuan dalam pasar senggol juga akan mendapat tindakan tegas.

“Tentunya sangat diharapkan, agar tidak terjadi praktek pungli dalam pelaksanaan pasar senggol, dimana Panitia termasuk didalamnya adalah tim terpadu dari unsur kepolisian TNI dan POM yang didalamnya ada Tim Saber Pungli Kota Gorontalo, akan melakukan pengawasan rutin di lapangan untuk menghindari praktek pungli, ini untuk kenyamanan semua pihak, sehingga jika memang ada indikasi pungli, masyarakat bisa melaporkan ke panitia penanggung jawab dan jika terbukti, bisa dilakukan Operasi Tangkap Tangan. (OTT),” ujar Arifin.

BACA  Berkeliaran di Tempat Umum, ODGJ di Kota Gorontalo Perlu Ditertibkan 

Sementara itu, Walikota Gorontalo Marten Taha menuturkan, pelaksanaan pasar senggol Kota Gorontalo bertujuan untuk memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. “Fasilitas pendukung ini sendiri sangat dibutuhkan masyarakat, karena fasilitas lainnya yang akan dihadirkan di lokasi pasar senggol adalah mobil pemadam kebakaran, serta toilet mobile, kami berharap pasar rakyat ramadhan atau pasar senggol ini bisa memberikan transaksi yang nyaman bagi masyarakat pengunjung,” ujar Walikota.

Marten melanjutkan, untuk titik titik lokasi pelaksanaan pasar senggol sendiri tidak berubah dari tahun sebelumnya, yakni dilaksanakan di lokasi Jalan MT Haryono, Jalan S. Parman, Jalan Suprapto, Jalan Sutoyo Siswomiharjo, Jalan Raja Eyato dan Kompleks pasar sentral Kota Gorontalo.

BACA  BSN Beri Pelatihan Audit Internal ke 25 Tenaga Teknis

Sementara itu di Limboto lapak pasar senggol sebanyak 70 unit, akan dipasang di kompleks terminal dan pasar Shopping Center Limboto. Diketahui, harga yang dipatok kepada pedagang untuk menempati setiap unit ini yakni Rp 2,5 Juta.

Daud Yunus (53), salah satu pedagang mengatakan, dirinya sudah mendaftarkan namanya untuk menempati salah satu unit petak yang akan disediakan oleh panitia penyelenggara pasar senggol.

Ketua Panitia Pelaksanaan pasar senggol Limboto, Risman Tolingguu saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lokasi pasar senggol dengan melakukan penggarisan untuk penataanya. “Pada tahun ini, lokasinya akan ditata lebih bagus lagi dan rencananya kami akan membangun sebanyak 70 unit lapak, lebih banyak dari tahun kemarin dan diharapkan juga akan lebih ramai pengunjungnya,” kata Risman. (gip/tr-55)

Tarif Kapling : Rp 600 ribu per petak termasuk sewa tenda, jaminan keamanan dan kebersihan.

Tarif Parkir : – Sepeda Motor, Rp 2000 per unit
– Bentor, Rp 3000 per unit
– Mobil, Rp 5000 per unit.


Komentar