Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lewat Nota pengantar LKPJ, Indra Yasin Paparkan Kondisi Anggaran 2020

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Rabu, 5 Mei 2021 | 14:05 WITA Tag: ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin saat memaparkan pencapaian tahun anggaran 2020 lewat rapat paripurna LKPJ, Selasa (04/05/2021). (Foto : Alosius M. Budiman/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin memaparkan sejumlah hasil kinerja tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna Dalam Rangka Penyampaian Nota Pengantar Bupati Terhadap LKPJ Bupati Gorut Tahun Anggaran 2020, Selasa (04/05/2021).

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh bupati mulai dari pengelolaan keuangan dari tahun 2020, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan Rp 802 miliar sekian, yang terealisasi Rp 769 Miliar sekian yang jika dipresentasikan 95.97 persen. 

“Dan untuk PAD tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah kemudian ada dana transfer dan sumber anggaran lain yang sah,” jelas Indra Yasin.

Untuk pengelolaan belanja daerah 2020, Indra menjelaskan bahwa dari Rp 833 miliar lebih yang ditetapkan, yang terealisasi sebesar Rp 764 miliar lebih atau jika dipresentasikan sebesar 91,65 persen. 

Lebih lanjut bupati memaparkan secara untuk pembangunan di Kabupaten Gorut mengalami banyak kendala karena adanya perubahan anggaran termasuk refocusing. 

“Namun hal tersebut tidak menghalangi kinerja dari pemerintah daerah dalam rangka pencapaian program,” tegasnya.

Menurut Indra Yasin, ada banyak anggaran yang dialihkan untuk penanganan wabah, dna yang belum dilakukan oleh daerah adalah analisis untuk perbaikan dan pelayanan publik. Lebih lanjut dalam rapat paripurna tersebut, bupati menggambarkan bahwa untuk pertumbuhan mengalami kelambatan akibat dari Covid. 

“Itu secara umum, dan Kabupaten Gorut turut terdampak dan mengalami penurunan cukup mendalam sampai minus 002 persen, namun itu masih lebih baik dari daerah lainnya,” jelas Indra Yasin.

Dari sisi kunjungan wisata, Indra menjelaskan untuk kunjungan wisata ke Kabupaten Gorut tahun 2020 mencapai jumlah 34 ribu wisatawan, untuk tingkat kemiskinan mampu ditekan hingga 16,88 persen. 

“Tingkat pengangguran sendiri 5,21 persen serta indeks pembangunan mencapai 64,86 persen,” ujarnya.

Kedepan Indra menegaskan terhadap perbaikan kualitas baik terhadap sumber daya dan juga pembangunan daerah akan terus dilakukan perbaikan. (abk/adv/hargo)

BACA  UPBJ Gorontalo Utara Siap Lakukan Pendampingan Teknis

Komentar