Lewat Workshop,  Femina dan Facebook Dorong UKM Kuasai Pemasaran Digital

Workshop yang digelar Femina dan Facebook dengan menghadirkan sejumlah wirausaha wanita Gorontalo di Hotel Maqna. (Foto Natha/Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak bisa dipungkiri, pengembangan usaha kecil menengah, tak lepas dari kehadiran media social seperti facebook dan instagram. Apalagi terhadap wirausaha wanita yang disebut-sebut sebagai penyumbang terbesar pengguna media sosial untuk ekspansi pasar digital.

Salah satu yang menjadi target yakni olahan dan kerajinan tangan khas Gorontalo. Maklum, semua itu tak lepas dari peran perempuan Gorontalo.

Lewat program Wanita Wirausaha, Femina bekerjasama dengan Facebook menggelar pelatihan berbasis digital dengan tema ‘Luaskan Pasar Lokal dan Global dengan Menguasai Pemasaran Digital’ di Hotel Maqna, Rabu (19/09/2019).

BACA  Pemuda Asal Sulteng Diamankan Polisi, Ingin Tahu Kenapa?

Program Manager Wirausaha Femina, Yoseptin Pratiwi mengatakan, pihaknya telah keliling Indonesia bersama partner yang kompeten di bidang kewirausahaan.

“Tahun ini kami bersama Facebook yang memiliki program She Means Business. Program itu untuk memahirkan wanita dalam pengembangan bisnis berbasis digital,” ujar Yoseptin Pratiwi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada lima kota di Indonesia menjadikan Gorontalo sebagai kota kedua. Sebanyak 100 wirausaha wanita hadir dengan beragam produk.

Kepala Kebujakan Publik Facebook di Indonesia, Ruben Hatarri percaya kerjasama dengan Femina mampu menginspirasi dan mendukung perempuan dalam menguasai teknologi dan keterampilan bisnis.

BACA  Pemuda Asal Sulteng Diamankan Polisi, Ingin Tahu Kenapa?

“Melalui kegiatan ini kami yakin saat perempuan berhasil, kita semua menang,” katanya.

Titi Minarti Buo merupakan contoh wirausaha perempuan asal Gorontalo yang mampu bersaing di tingkat nasional. Pemilik RM Titi dan Titifood menjadi juara II lomba masak ikan nusantara di Istana Merdeka. Usaha yang dirintis sejak semester V di Universitas Negeri Gorontalo, kini berkembang pesat melalui pembinaan Femina.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Kementerian Perdagangan RI, Ari Satria, mengatakan selama ini produk ekspor Indonesia didominasi komoditi. “Seharusnya kita ekspor tidak dalam bentuk mentah. Tetapi sudah diolah sehingga mempunyai nilai tambah,” katanya.

BACA  Pemuda Asal Sulteng Diamankan Polisi, Ingin Tahu Kenapa?

Pihaknya akan membantu dalam memberikan informasi kepada UKM tentang standar dan prosedur ekspor.

 “Jika ekspor kita harus bersinergi dengan Kementerian atau lembaga lain. Contoh BPOM, Kementerian industri untuk olahan produk, nanti kita memasarkan,”ujar Ari.

Dia berharap kegiatan ini bisa mendorong UKM agar bisa naik kelas sehingga berkintribusi dalam pertumbuhan ekonomi. (adv/tr69/hg)

-