Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Libatkan 10 Ahli, Nagara Rimba Nusantara Pemenang Desain Ibu Kota Baru

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 24 Desember 2019 | 15:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Nagara Rimba Nusantara menjadi pemenang sayembara ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Tim yang mendesain konsep IKN ini terdiri dari 10 anggota. Para anggota tersebut ada yang sudah berpengalaman bekerja di luar negeri.

“Dibutuhkan banyak ahli, ada 10 orang, kami sebagian tim kami dari kantor kita, Urban+, kemudian ada juga teman-teman, pernah bekerja di luar negeri, minta bantuan teman luar negeri juga hadir, Hong Kong, Singapura, ada Malaysia,” kata Funder Urban+ Sibarani Sofian di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (23/12) dilansir detik.com.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, ide-ide dari seluruh anggota diramu menjadi satu hingga menghasilkan desain dari IKN. Mulanya ada tiga lokasi yang menjadi acuan pembuatan desain ibu kota baru. Jadi ada tiga konsep dan tiga lokasi. Akhirnya diputuskan yang di Sepaku.

Anggota pun ada yang diutus untuk terjun langsung ke lokasi ibu kota negara untuk observasi kondisi riil di sana.
Dia menuturkan, yang paling kompleks dari pembuatan desain ibu kota baru ini adalah tingkat kehati-hatian, mengingat letak geografis yang tidak mudah.

“Kita menyadari kita mendekati tepi air, sensitif secara lingkungan, bagaimana kita mewujudkan keseimbangan antara pembangunan sifatnya manusia dengan alam,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa konsep yang ingin diusung adalah menyandingkan antara manusia dan alam, yang mana salah satu tidak menguasai yang lain. Intinya jangan sampai manusia yang ada di ibu kota baru tidak mengorbankan alam.

“Bagaimana kita membuat suatu sistem perkotaan yang terinspirasi dengan atau belajar dari alam, yang namanya bio mimikri. Bio mimikri ini harus mengadaptasi bagaimana perilaku hutan kepada suatu kota atau pembangunan, misalnya,” sebutnya.
“Bagaimana tidak menghalangi aliran angin, bagaimana tidak mengambil air terlalu banyak dari alam, tapi dari lahan yang memang sudah kita tangkap secara natural,” lanjut dia.

BACA  Menteri Agama Fachrul Razi Positif COVID-19

Setidaknya dibutuhkan waktu sebulan untuk menyelesaikan desain ibu kota baru oleh tim yang terdiri dari 10 orang itu.

“Kompetisinya waktu itu kan hanya boleh 1 bulan waktu itu ya, sejak Oktober akhir. Kemudian November dikumpulkan. Kita memang hanya punya waktu segitu hanya 1 bulanan,” tambah dia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi salah satu juri desain sayembara ibu kota baru, memuji desain Nagara Rimba Nusa rancangan Urban+. Ridwan Kamil mengaku, rancangan Sibarani itu juga pilihannya. “Pilihan saya itu,” kata dia dilansir tempo.com.
Ridwan Kamil mengatakan, ada sejumlah kelengkapan desain Urban+ yang mengungguli peserta lainnya. “Lengkap itu, satu, punya keberfungsian yang bisa dipertanggungjawabkan. Lahannya tidak terlalu besar, efisien,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga menyukai desain Urban+ karena menampilkan identitas Indonesia.

“Kemudian, yang disukai Presiden karena punya identitas ke-Indonesiaan. Dia punya danau Pancasila, di mana di danau itu ada sila-sila dalam bentuk bangunan dan kegiatan,” kata dia.

Desain Nagara Rimba Nusantara juga menampilkan koridor monumental. “Karena itu ibu kota negara, maka monumentalisme itu penting,” kata Ridwan Kamil lagi.

Ridwan Kamil mengatakan, desain ibu kota baru karya Urban+ itu juga menempatkan posisi bakal Istana Negara berada di bukit. “Kebetulan juga posisi Istananya sesuai dengan harapan Presiden, di sebuah bukit yang sudah dipilih,” kata dia.

BACA  Kapolri Jenderal Idham Azis Lantik 8 Kapolda Baru

Rancangan Urban+ juga dinilai kontekstual. “Kemudian punya sifat yang namanya kontekstual, yaitu memasukkan unsur air, unsur hutan, melestarikan satwa-fauna dalam sebuah irama pembangunan yagn paling pas, kira-kira begitu,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengatakan, keunggulan desain Urban+ ada pada rancangan sistem kotanya yang dinilainya lebih baik dari kota-kota yang ada di Indonesia.

“Dia mendesain dengan urban sistem yang jauh lebih baik dari kota-kota yang ada di Indonesia. Semuanya bisa jalan kaki. Kemudian semuanya smart-sistem, komposisinya ada Central-Park-nya. Desainnya memang juara,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengumumkan pemenang desain ibu kota baru di Kalimantan Timur. Biro arsitek Urban+ terpilih sebagai pemenang dengan rancangan bertema Nagara Rimba Nusantara. Pemenang berhak mendapat hadiah sebesar Rp 2 miliar.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Urban+ menyingkirkan empat kandidat terbaik lainnya. Dia mengaku bangga dengan desain yang dibuat oleh para peserta.

“Saya bangga kepada rekan-rekan semua yang aktif membuat sejarah gagasan desain ibu kota baru kita,” kata Basuki.
Selain Urban+, keempat nominasi terbaik lainnya adalah juara kedua bertema The Infinite City dengan nomor peserta IKN-0831W. Lalu pemenang ketiga bertajuk Kota Seribu Galur dengan nomor peserta IKN-0317B. Masing-masing memenangkan hadiah uang senilai Rp 1,25 miliar dan Rp 1 miliar.

BACA  Terungkap, Jaksa Pinangki Dijanjikan USD 1 Juta oleh Djoko Tjandra

Dua nominator sisanya mendapatkan gelar juara harapan I dengan tema Zamrud Khatulistiwa, dan juara harapan II adalah desain bertema Benua Rakyat Nusantara.

Basuki menjelaskan, bahwa pemilihan pemenang sayembara desain ibu kota tersebut telah melalui proses panjang dengan awal mula peserta terdaftar mencapai 755 kandidat. Seluruh peserta telah mengikuti seleksi yang ketat hingga menyisakan lima kandidat desain terbaik telah dinilai oleh 13 juri penilai, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Desain Nagara Rimba Nusantara yang menjadi pemenang sayembara ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur mengantongi hadiah Rp 2 miliar. Prosesi penyerahan hadiah secara simbolis dilakukan hari ini oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Kita dengan sayembara dapat 5 desain yang terbaik untuk ibu kota kita. Desain kan pasti imajinasi orang pasti beda-beda,” kata Basuki.
Hadiah yang diterima masing-masing untuk Pemenang II Rp 1,25 miliar, dan pemenang III Rp 1 miliar. Sementara itu, Harapan I menerima hadiah Rp 500 juta, dan Harapan II Rp 250 juta.

“Jadi dengan lima ini mudah-mudahan bisa menggaet kita untuk menuju yang terbaik,” tambahnya.

Dalam menetapkan pemenang sayembara melalui proses cukup panjang sejak pendaftaran dibuka pada 3 Oktober 2019 sampai 18 Oktober 2019. Setelah itu peserta mulai memasukkan karya per 18-29 November 2019.
Penjurian dimulai sejak 9 hingga 13 Desember 2019. Pemenang ditetapkan pada hari ini, 23 Desember 2019 dan diiringi pemberian hadiah secara simbolis. Sementara pemberian hadiah secara resmi pada 27 Desember 2019. (net/gp/hg)


Komentar