Minggu, 24 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lihat Betapa Dahsyatnya Ledakan di Lebanon, 1 WNI jadi Korban

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Headline Kabar Dunia , pada Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:05 WITA Tag: , ,
  Petugas mengevakuasi korban ledakan di Beirut, Lebanon. Foto: Mohamed Azakir/Reuters


Hargo.co.id, BEIRUT – Satu warga negara Indonesia dilaporkan menjadi korban ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8).

Seperti yang dilansir JPNN.com, Rabu (5/8) pagi dilaporkan sudah 78 orang meninggal dunia dan 4.000 terluka.

Sementara informasi mengenai WNI yang menjadi korban ledakan ini dilansir Rakyat Merdeka, mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

“Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit, dan sudah kembali ke apartemennya di Beirut,” kata Faizasyah.

“Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisi korban stabil, bisa bicara dan berjalan,” imbuhnya.

Korban luka akibat ledakan di Lebanon dari Indonesia ini adalah pekerja migran.

BACA  Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Jokowi Bilang Begini

Di Lebanon, terdapat total 1.447 WNI, 213 di antaranya masyarakat dan keluarga besar KBRI dan 1,234 TNI anggota kontingen Garuda. [DAY]

Ledakan di Lebonon ini menjadi perhatian dunia lantaran kedahsyatannya.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Beirut, Selasa (4/8).

Aoun menyebut bahwa penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

BACA  Soal Varian Baru Covid-19, Ini Aturan dari Satgas

Perdana Menteri Hassan Diab meminta kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat terkait ledakan ini, serta mengatakan status darurat selama dua pekan harus segera diumumkan.

https://twitter.com/borzou/status/1290675854767513600?s=20

Otoritas setempat menyebut kemungkinan korban meninggal dunia masih akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi oleh petugas yang mencari korban di bawah reruntuhan bangunan.

“Apa yang kami saksikan di sini adalah sebuah malapetaka dahsyat. Korban bergelimpangan, kerusakan terjadi di mana-mana,” ujar kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, dalam wawancara dengan Mayadeen.

PM Hassan Diab menyatakan dalam pidatonya bahwa harus ada pertanggungjawaban terhadap ledakan maut di gudang yang berbahaya ini.

BACA  Diblokir Facebook, Twitter dkk, Donald Trump Murka

“Mereka yang bertanggung jawab akan membayar dengan harga setimpal,” kata Diab.

Beberapa jam usai ledakan, yang terjadi sekitar pukul 6 petang waktu setempat, api masih menyala di wilayah pelabuhan sehingga terlihat cahaya kemerahan menjelang malam.

https://twitter.com/i/status/1290728755544064001

Sebagian korban luka dibawa ke luar Beirut untuk perawatan, karena rumah sakit di kota itu telah penuh oleh sebagian korban lain. Ambulans dari kota-kota sekitar juga dikerahkan untuk membantu evakuasi. (day/rmco/reuters/antara/jpnn/hg)

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Lihat Betapa Dahsyatnya Ledakan di Lebanon, 78 Meninggal, 1 WNI jadi Korban“. Pada edisi Rabu, 5 Agustus 2020.

Komentar