Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lima Hari Hilang, Diduga Dibawa Kabur Pacar

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 12 Desember 2016 | 18:50 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id LIMBOTO – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Limboto, Kabupaten Gorontalo gempar dengan hilangnya dua santriwati. Kedua siswanya, masing-masing Siti Mardiah (15) siswi kelas 9 SMP Islam Integral Ar-Raudah Limboto, serta Istiqomah (17) siswi kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Luqman Al-Hakim Limboto.

Siti Mardiah dan Istiqomah hilang dari Ponpes sejak lima hari lalu, Minggu, (4/12).

Pihak Yayasan menduga, kedua siswa tersebut hilang di bawa kabur teman lelaki mereka.

Istiqomah merupakan pindahan dari Ponpes di Kabupaten Toli Toli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

BACA  Lagi, Kasus Dugaan Pencabulan Terjadi di Kabupaten Gorontalo

Ia baru sekitar 2 minggu masuk ke MA Luqman Al-Hakim Limboto yang merupakan sekolah menengah atas di bawah naungan Yayasan Hidayatullah.

Dalam sehari-harinya, Istiqomah dikenal pendiam. Ciri-cirinya wajah bulat lonjong, kulit agak kehitaman serta memiliki tinggi badan sekitar 160 cm.

Terakhir diketahui dirinya memakai jilbab hitam dan rok mukena berwarna putih ketika hendak meninggalkan lokasi masjid ba’da Isya.

Sementara Siti Mardiah yang merupakan santriwati asal Desa Huntu Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo memiliki ciri-ciri antara lain, wajah bulat oval, kulit coklat sawo matang, dengan tinggi badan sekitar 145 cm. Ciri khusus lainnya yakni tahi lalat pada bagian wajah.

BACA  Pemeliharaan Ruas Jalan Gorontalo - Suwawa - Tulabolo Mulai Dikerjakan

Terakhir diketahui Siti meninggalkan masjid dengan masih mengenakan mukena dan rok mukena warna putih bercorak biru.

Pihak Yayasan Ponpes sejatinya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Polres Gorontalo pada Rabu (7/12).

Namun hingga kini, keduanya belum ditemukan.

Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Anshar mengatakan, dirinya telah berupaya menghubungi sanak keluarga kedua santriwati tersebut untuk memastikan keberadaan mereka yang sempat diduga kembali ke kampung halaman masing-masing.

BACA  Sisiana Tuamaji Nahkodai Kohati Cabang Gorontalo Periode 2021-2022 

Akan tetapi, pihak keluarga sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka.

“Sampai saat ini kita masih berusaha mencari kedua santriwati ini. Kita tidak tahu pasti mengapa mereka hilang. Yang pasti disini, keduanya tak tersangkut masalah apa pun. Kami semua mendoakan agar mereka bisa ditemukan,” harapnya.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Dedi Supriyatno saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap kedua santriwati tersebut.

“Para anggota telah kami turunkan sejak menerima laporan tersebut,” kata Dedi. (tr-55/hargo)


Komentar