Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Limboto Darurat Banjir Bandang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 30 Mei 2017 | 13:13 WITA Tag: , ,
  


LIMBOTO, hargo.co.id – Sudah saatnya Pemerintah daerah mencarikan solusi untuk permasalahan banjir bandang yang kerap melanda wilayah Limboto dan Limboto Barat dalam beberapa bulan terakhir.

Banjir bandang yang menerjang Desa Tenilo, Kecamatan Limboto, Minggu (28/5), mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak parah. Banjir yang menerjang sekitar 102 rumah warga ini berdampak pada rusaknya jalan desa dan 72 hektar sawah.

Pantauan Gorontalo Post, nampak warga terdampak banjir mulai membersihkan rumah mereka dari genangan air dan lumpur.

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

Sejumlah perabotan rumah masih diamankan di tempat yang tinggi karena khawatir adanya banjir susulan. Terlihat beberapa sekolah dibersihkan, tebalnya lumpur membuat petugas pemadam kebakaran (damkar) dari BPBD Kabupaten Gorontalo turun dan membersihkannya dengan memanfaatkan semprotan air dari mobil damkar.

Guru sekolah SDN 8 Limboto, Hasni Humolungo, saat diwawancarai awak media mengatakan, pihaknya terpaksa harus meminta bantuan dari petugas damkar karena kondisi air bercampur lumpur tebal tak mampu lagi dibersihkan oleh pihak sekolah.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Mars Korpri Wajib Diputar di Radio

“Akibat banjir kemarin beberapa perlengkapan administrasi berupa arsip-arsip yang ada di sekolah rusak,” keluhnya.

Banjir yang cukup deras juga merusak jalan yang menghubungkan Desa Tenilo dan Desa Pone Kecamatan Limboto. Anehnya, jalan yang baru 2 bulan diperbaiki itu, aspalnya kini sudah terkelupas terbawa banjir.

“Mungkin ada yang salah pada pengerjaannya, soalnya aspalnya tidak melekat dengan baik sehingga mudah terbawa air,” ujar Izrah Jailani, warga setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Tenilo, Thalis K. Bina, saat dikonfirmasi mengatakan, musibah banjir ini merupakan yang terparah bila dibandingkan dengan yang sebelumnya.

BACA  Digelar Virtual, RAT KPRI Wiyowa Dibuka Wagub Idris Rahim

“Musibah ini mengakibatkan sebanyak 102 rumah terndam, dan kami mendata ada 72 hektar sawah yang rusak,” kata Thalis.

Pengerjaan tanggul yang hingga kini belum juga kelar, menurutnya menjadi salah satu penyebab wilayah ini rawan diterjang banjir bandang.

“Olehnya kami sangat berharap kepada pihak terkait yakni Balai Wilayah Sungai untuk bisa melanjutkan kembali pengerjaan tanggul tersebut untuk meminimalisir dampak banjir,” tambahnya.(tr-55/hargo)


Komentar