Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lisuma Indonesia: Telepon Murah Adalah Hak Masyarakat

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 29 Agustus 2016 | 15:15 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Indonesia memotori penurunan biaya interkoneksi antara operator. Dengan membangun posko, Lisuma juga menggalang tanda tangan.

Aksi itu dilakukan pada saat car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (28/8). Selain itu, pernyataan sikap dilakukan revisi tarif interkoneksi dalam selembaran juga dibagikan ke warga.

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

“Agar masyarakat tau kebijakan pemerintah yang pro rakyat ini kita dukung bersama dan dikawal bersama rakyat,” kata Sekjen Lisuma, Al Akbar Rahmadillah dalam keterangan persnya yang diterima JPNN.com, Minggu (28/8).

Selain menuntut biaya interkoneksi, Lisuma juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk membesarkan Telkom yang merupakan perusahaan BUMN.

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

Menurutnya, keberadaan Telkom yang merupakan penyelengara backbone nasional harus sejalan cita-cita pemerintah dengan memajukan E-Commerce Indonesia dan menjadi penghubung semua operator agar bisa melakukan pemantauandemi kedaulatan bangsa dan negara.

“Pastinya Telkom akan mendapatkan revenue yang lebih dari trafik transit interkoneksi,” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo mengeluarkan Surat Edaran No.115/M.Kominfo/PI.0204.08/2016. Surat tersebut berisi rencana penurunan biaya interkoneksi yang baru akan diberlakukan pada 1 September 2016.

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

Untuk saat ini, tarif dasar interkoneksi percakapan Rp 251 per menit dan. Sementara tarif dasar layanan SMS Rp 23 per SMS. Kemenkominfo sendiri berencana menurunkan 26 persen. (jpg/hargo)


Komentar