Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lokasi Kurang Strategis, Pemerintah Kabgor Bakal Jual Sejumlah Aset Daerah

Oleh Veronika Y. Ruung , dalam Advertorial Headline Kab. Gorontalo , pada Selasa, 30 Juni 2020 | 22:05 WITA Tag: , ,
  Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo (kanan) saat diwawancarai wartawan terkait rencana penjualan aset daerah. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) akan menjual sejumlah aset daerah yang terletak di Kecamatan Telaga. Langkah itu dilakukan, bukan karena Telaga diusulkan untuk dimekarkan menjadi kota, dan bukan juga karena anggaran habis.

Informasi yang berhasil dihimpun, pemerintah Kabupaten Gorontalo akan menjual aset daerah berupa gedung SDN 2 Telaga, TK Kartini dan Poskesdes. Menurut Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, rencana penjualan aset ini bahkan sudah direncanakan dua tahun lalu dan saat ini sudah dibahas di DPRD setempat.

BACA  Hadapi Bencana, Ini Anjuran Wagub Gorontalo

Ini disampaikan Nelson Pomalingo usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kabupaten Gorontalo dalam rangka pembentukan Panitia Khusus (Pansus) aset daerah Senin (29/06/2020).

“Jadi ini jangan dianggap bahwa pemerintah sudah tidak punya anggaran akibat Covid-19. Hal tersebut memang sudah kita rencanakan dari dua tahun dan baru sekarang kita bahas bersama DPRD untuk disetujui. Nantinya aset yang akan dijual sesuai dengan aturan dan prosedurnya, anggarannya akan masuk ke kas keuangan daerah yaitu APBD,” jelas Nelson Pomalingo.

BACA  Wujudkan Kota Telaga, Ini Trik dari ‘Sang Deklarator’

Lalu apa alasan aset tersebut ingin dijual? Nelson Pomalingo menjelaskan bahwa aset-aset tersebut berada di lokasi yang dinilai tidak layak. Dimana, bagian depan, samping hingga belakang bangunan-bangunan itu ada jalanan yang sering dilintasi kenderaan yang melaju di atas rata-rata.

BACA  DPRD Gorontalo Utara Kedatangan Tamu dari Minahasa Tenggara

“Kami akan lakukan prosedurnya serta aturan yang ada, dan tetap ini melalui persetujuan dari DPRD juga tentunya. Apalagi yang kita tahu bangunan sekolah itu di depan, belakang dan sampingnya ada jalan. Sehingga kenyamanan pengguna gedung tersebut terganggu,” kunci Nelson Pomalingo. (adv/vyr/hg)


Komentar