Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Longsor di Gorontalo Utara: Penyebab Diduga Ada Praktek Illegal Logging

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 20 Desember 2019 | 19:30 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Longsor yang terjadi di Desa Kikia, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara (Gorut), yang mengakibatkan jalan poros Gorontalo -Sulteng terputus, menarik perhatian dari sejumlah pihak. Dugaan maraknya praktek illegal logging, disinyalir menjadi penyebab potensi terjadinya longsor.

Prose pembersihan material longsor.

Informasi yang berhasil dihimpun pada Jumat (20/12/2019), tepat pada Pukul 07.00 Wita, Dandim 1314 Gorontalo Utara, Letkol Arm.F. Andrean G. SH.MM dan Kapolres Gorontalo Utara AKBP Dicky Irawan Kesuma SIK, M.Si, turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi terjadinya longsor.

BACA  Akhir Pekan Ini, Beringin Memanas di Kota Gorontalo

“Di lokasi kejadian, kami melihat material longsor sudah menutupi seluruh badan jalan. Sehingga tidak dapat dilewati oleh 1 pun kendaraan. Sehingga kami harus mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor tersebut,” ujar Letkol Arm.F. Andrean G. SH.MM.

BACA  Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Perkebunan di Boalemo
Setelah dilakukan pembersihan oleh TNI, Polri dan masyarakat setempat, akhir jalur Gorontalo-Sulteng sudah boleh dilewati. (Foto Istimewa/Kodim 1314 Gorut)

Menurut pengamatan dan penyampaian sejumlah pihak, sebahagian besar bukit yang berada sepanjang jalur Gorontalo – Sulteng itu terlihat gundul atau tidak lagi ditumbuhi pohon besar. Diduga hal itu disebabkan oleh adanya penebangan liar, sehingga membuat tanah menjadi labil saat intensitas curah hujan yang tinggi.

BACA  Alami Kecelakaan, Pengendara Sepeda Motor Ditemukan Bawa Sabu

Usai mengecek lokasi longsor dan berhasil membuka kembali akses jalan Trans Gorontalo – Sulteng, Dandim 1314 bersama dengan Kapolres Gorontalo Utara melanjutkan peninjauan ke sejumlah Desa di Kecamatan Biau yang terdampak banjir.(zul/hg)


Komentar