Sabtu, 6 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



MA Catat Putusan Perkara Tahun 2020 Terbanyak Sepanjang Sejarah

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 17 Februari 2021 | 15:05 WITA Tag:
  Ilustrasi gedung Mahkamah Agung (Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis kesehatan global akibat pandemi Covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan secara drastis. Hal ini mendorong penerapan cara-cara baru, termasuk penyelenggaraan peradilan yang dipaksa bertransformasi lebih cepat.

Cara kerja baru itu dilakukan dengan mengakselerasi penggunaan teknologi informasi, baik dalam bentuk e-court maupun e-litigation sehingga pelayanan tidak terganggu. Kualitas putusan juga tetap terjaga.

“Saya mencatat sebelum pandemi, Mahkamah Agung sudah memiliki rencana besar untuk menggunakan teknologi informasi di lingkungan peradilan. Datangnya pandemi justru mempercepat terwujudnya rencana besar tersebut,” kata Jokowi, Rabu (17/2).

Momentum pandemi ini bisa dibajak untuk melakukan transformasi dengan cara-cara fundamental. Terobosan-terobosan oleh penyelenggara peradilan sangat penting membuktikan bahwa sistem peradilan Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat, terus berinovasi agar mampu melayani masyarakat lebih cepat dan lebih baik.

BACA  Pemberian Vaksin Covid-19 Terhadap Tahanan KPK Terus Menuai Sorot

Tapi, Jokowi ingin mengingatkan bahwa akselerasi penggunaan teknologi bukanlah tujuan akhir. Percepatan penggunaan teknologi adalah pintu masuk untuk transformasi yang lebih luas, transformasi yang lebih besar dalam penyelenggaraan peradilan, untuk mempercepat terwujudnya peradilan modern.

Jokowi berujar, pemerintah memberikan apresiasi yang setingi-tingginya pada upaya-upaya yang telah dilakukan MA untuk memperluasan implementasi e-court dan e-litigation pada perkara-perkara pidana, pidana militer, dan jinayat. Termasuk peningkatan versi direktori putusan.

BACA  Lima Pertanyaan yang Harus Dijawab Lansia Sebelum Divaksin Covid-19

“Jika dibandingkan tahun 2019, jumlah perkara yang didaftarkan melalui e-court pada tahun 2020 meningkat (sebesar, Red) 295 persen, dan 8.560 perkara telah disidangkan secara e-litigation,” katanya.

Penerapan teknologi informasi dalam sistem peradilan di Mahkamah Agung terbukti mampu meningkatkan kinerja penyelenggara peradilan secara signifikan.

“Jumlah perkara yang diterima, terbanyak dalam sejarah. Perkara yang diputus, juga terbanyak sepanjang sejarah. Tentu ini bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas putusan,” ungkapnya.

Jokowi berharap MA terus meningkatkan kualitas aplikasi e-court termasuk standarisasi kewajiban para pihak, pemeriksaan saksi dan ahli secara daring, salinan putusan atau e-verdict, juga perluasan aplikasi e-court untuk perkara-perkara perdata yang bersifat khusus.

BACA  Polda Jabar Copot Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni. Ingin Tahu Kenapa?

Upaya-upaya untuk melakukan reformasi peradilan melalui penerapan sistem peradilan yang modern adalah keharusan. Sebagai benteng keadilan, MA dapat mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor melalui keputusan-keputusan yang mengurangi disparitas pemidanaan.

“Dengan kinerja dan reputasi yang semakin baik, MA dapat menghasilkan putusan-putusan landmark decisions dalam menggali nilai-nilai dan rasa keadilan masyarakat, sehingga lembaga peradilan menjadi lembaga yang makin terpercaya,” pungkasnya.(ba/gw/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “2020, Mahkamah Agung Catat Putusan Perkara Terbanyak Sepanjang Sejarah” Pada edisi Rabu, 17 Februari 2021.

Komentar