Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



MA Kurangi Masa Hukuman OC Kaligis, Begini Sikap KPK

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 22 Desember 2017 | 11:19 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Peninjauan Kembali (PK) Otto Cornelis Kaligis atas putusan Pengadilan Tipikor dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Masa hukuman penjaranya yang semula 10 tahun menjadi 7 tahun.

Menanggapi putusan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa berkutik. Mereka menerimanya lantaran PK merupakan keputusan tertinggi yang tidak bisa dilakukan upaya hukum lain.

banner 728x485

“Tidak bisa ada sikap lain selain menerima putusan yang itu kan sudah putusan PK,” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis malam (21/12).

Gedung KPK

Gedung KPK (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Oleh karena itu, keputusan tersebut menunggu dilaksanakan aparat penegak hukum. “Sudah upaya hukum luar biasa yang diajukan oleh seseorang, jadi tinggal dieksekusi,” pungkas Priharsa.

Diketahui, MA menutus perjara nomor 176 PK/Pid.Sus/2017 itu pada 19 Desember 2017. Adapun majelis hakim yang memeriksa PK tersebut adalah Hakim Agung Syarifuddin selaku ketua majelis, Hakim Agung Leopold Luhut Hutagalung dan Hakim Agung Surya Jaya selaku anggota majelis.

OC Kaligis sendiri mengajukan upaya hukum luar biasa itu pada 27 Februari 2017. Pengajuan PK pengacara kondang itu didasari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33 Tahun 2016.

Dalam putusan tersebut menyebutkan PK dapat diajukan kapan pun oleh terpidana atau ahli warisnya dan JPU tidak berwenang lagi menanganinya.

Dalam pengajuan PK itu OC Kaligis membawa 27 novum atau bukti baru. Novum itu adalah berkas-berkas perkara dia yang tidak menjadi pertimbangan hakim.

Sebelumnya, MA pernah menolak kasasi OC Kaligis pada 10 Agustus 2016. Majelis hakim yang terdiri atas Artidjo Alkostar, Abdul Latief, dan Krisna Harahap memperberat hukuman ayah dari artis Velove Vexia itu menjadi sepuluh tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Atas putusan itu OC Kaligis dieksekusi ke Lapas Sukamiskin akhir 2016 lalu menyusul putusan perkaranya yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga menolak banding OC Kaligis dan memvonisnya dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Hukuman tersebut lebih berat dari putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yaitu penjara lima tahun enam bulan.

Di Pengadilan Tipikor, OC Kaligis dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuap hakim dan panitera PTUN Medan. Kaligis bertindak bersama anak buahnya M Yagari Bhastara (Gary), Gubernur nonaktif Sumutera Utara Gator Pujo Nugroho dan istri Gatot, Evy Susanti.

Suap sebesar SGD 5.000 dan USD 27.000 itu diberikan untuk memengaruhi putusan perkara yang digugat Pemprov Sumut ke PTUN Medan. Yaitu terkait penyelidikan dugaan korupsi dana bansos dengan tersangka Gatot Pujo Nugroho.

(dna/JPC)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar