Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mabo, Tidor di Lapangan, HP Raib

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 21 November 2016 | 13:30 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sial kejadian yang melanda Hasael Lutrajali warga Kelurahan Padebuolo, Kota Timur, Kota Gorontalo.

Lantaran mabuk minuman keras (Mabo), ia tertidur di Lapangan Padeboulo. Tidak disangka, ia menjadi sasaran maling. Saat asyik tiduran di Lapangan Bola itu, Handhponenya yang disimpan di dalam celana digasak maling. Kejadian itu terjadi pada Kamis, (17/10), sekira pukul 02.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian bermula saat Hasael bersama dengan teman-temanya berpesta minuman keras di lapangan Padebolo.

Akibat terlalu banyak meneguk minuman haram itu, Hasael pun mabuk dan tidak mampu lagi untuk berjalan. Malam itu, Haselakhirnya tidur di lapangan sepak bola, TKP pesta Miras.

Semalaman ia berbaring, paginya ia baru sadar, bahwa handphone kesayangannya sudah hilang. Diduga pelaku pencurian beraksi saat Hasel tengah tertidur lelap. Waktu itu ketika menyadari HPnya sudah tidak ada, ia mencari teman-temanya yang pesta Miras bersama dengannya malam itu.

BACA  Jelang Buka Puasa, Dua Desa di Limboto Barat Diterjang Banjir 

Namun setelah dikonfirmasikan kepada teman-temanya, tak ada satu pun diantara mereka yang mengaku melihat hp tersebut. Merasa telah kecurian, ia kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Gorontalo Kota.

Kapolres Gorotnalo Kota Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexande mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima laporan dari korban.

“Kita akan memanggil rekan-rekan korban yang duduk pesta Miras malam itu untuk mencari petunjuk. Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

BACA  Tersangkut di Jendela, Siswa SD di Boalemo Ditemukan Meninggal Dunia

Masyarakat Kota Gorontalo terus dibuat gelisah dengan maraknya kasus pencurian. Semakin hari, kasus ini semakin marak. Selang Novemver 2016 saja, telah terjadi 12 kasus di Kota Gorontalo.

Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander mengatakan, sampai saat ini para pelaku pencurian masih ada yang berkeliaran. Menurutnya, sebagaian dari kasus memanga ada yang berhasil diungkap. Namun kebanyakan, petugas masih dalam penyelidikan.

Petugas kesulitan mencari pelaku karena kurangnya barang bukti (babuk) dan petunjuk dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Meski begitu upaya terus dilakukan. Kita minta juga masyarakat dapat membantu kita memberikan informasi,” ujar Tumpal.

Lebih lanjut disampaikan Tumpal, kasus pencurian yang terjadi di Kota Gorontalo dilakukan pelaku dengan berbagai modus. Ada dengan cara bepura-pura menjadi pembeli, ada juga yang melakukan dengan cara menghipnotis pelaku.

BACA  Pedagang dan Pengunjung Butuh Fasilitas Tambahan di Kawasan Matobonebol

Disampingi itu pelaku juga sering beraksi di rumah-rumah yang biasanya sepi. Banyak korban diantaranya yang mengaku rumahnya dibobol maling.

“Untuk itu kami minta masyarakat agar berhati-hati. Jika hendak keluar rumah pastikan kondisi rumah sudah dalam keadaan terkunci,” jelasnya.

Di tempat terpisah Abdul Rahim warga Kelurahan Heledulaa Selatan mengatakan, sebagai masayrakat Kota Gorontalo berharap pihak Kepolisian bisa mengungkap kasus pencurian di Kota Gorontalo yang sangat meresahkan warga.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa melakukan yang terbaik dalam guna menangkap para pelaku pencurian yang sangat meresahkan masyarakat Kota Gorontalo,” harapnya. (tr-49/hargo)


Komentar