Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mabuk, Oknum Mahasiswa Diduga Hina dan Pukul Polisi

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 3 Maret 2017 | 10:10 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menimpa Bripda Haris Sawali, anggota Polres Gorontalo, yang diduga dilakukan oknum mahasiswa Universitas Gorontalo (UG) berinisial SM alias Cero dan seorang alumnus UG berinisial RA alias Roma.

Pihak keluarga dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun belum bersedia memberikan komentar terkait insiden ini dengan alasan belum berhasil bertemu dengan rekan satu almamaternya itu.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelumnya, Rabu (1/3) pagi, saat Bripda Haris Sawali bertugas di simpang empat RS MM Dunda Limboto mengatur lalu lintas, tiba-tiba datang mobil Xenia yang dikendarai SM alias Cero dan RA alias Roma yang sudah dalam keadaan mabuk minuman keras (miras).

BACA  Tim Gabungan SAR Berhasil Temukan Nelayan Pohuwato yang Tenggelam

Mungkin karena tak sabaran, keduanya diduga mengeluarkan kata-kata yang tak pantas sembari membentak-bentak Bripda Haris. Beberapa anggota polisi bersama Bripda Haris pun langsung mengejar mobil Xenia tersebut.

Sempat terjadi kejar-kejaran hingga mobil masuk ke dalam kampus UG. Terdesak, Cero dan Roma pun turun dan terlibat adu mulut dengan polisi dan terjadi kekerasan hingga penganiayaan.

BACA  Pria 64 Tahun di Bonepantai Ditemukan Gantung Diri

Dalam insiden itu, Bripda Haris pun mengalami luka di bagian pangkal leher dan memar di pipi kirinya. Dengan paksa, polisi pun langsung membawa Cero dan Roma ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka meski sempat terjadi perlawanan sengit.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, AKP Dedi Supriatno SIK saat di konfirmasi membenarkan keduanya sudah dalam keadaan mabuk usai melakukan pesta miras.

“Saat ini, kedua pelaku sudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan secara intensif di Sat Reskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, kami mengunakan pasal 207 serta pasal 351 KUHP atas penghinan dan penganiayaan dengan ancaman dua tahun penjara,” ujarnya.

BACA  Tim Pandawa Polres Gorontalo Bekuk Pelaku Judi Togel Online

Sementara Pihak keluarga dan bersama Perwakilan BEM UG yang hendak mengunjungi Cero dan Roma masih belum diperbolehkan polisi dengan alasan proses penyelidikan masih sementara berlangsung.

Perwakilan BEM UG berama keluarga pelaku pun enggan memberikan komentar atas kejadian tersebut dengan alasan mereka masih ingin bertemu kedua mahasiswa ini untuk menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.(tr-53/hg)


Komentar