Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mahasiswa Demo Tolak Ormas Radikal

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 20 Januari 2017 | 13:29 PM Tag: ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Suara lantang mahasiswa kembali bergema di depan gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Aksi gabungan dari tiga organisasi mahasiswa bercorak Islam, masing-masing Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menolak keras masuknya ormas-ormas berideologi radikal, Kamis (19/1).

Dalam orasi, masa aksi menyampaikan rasa prihatin mereka terkait permasalahan yang menimpa Negara Keatuan Republik Indonesia (NKRI) akhir-akhir ini.

Yang mana, semakin merebaknya aksi perorangan atau pun kelompok yang mengatasnamakan Ormas dan bertindak separatisme, serta suka dengan kekerasan.

Reza, salah satu orator aksi mengatakan, kekerasan dan anti toleran saat ini sudah kian merjalale.

Gerakan-gerakan anarkis, intoleran, radikal, yang merusak hajat hidup orang banyak, sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, dan ditindak tegas oleh pemerintah.

Massa mahasiswa juga menegaskan, aksi yang digelar tersebut tidak ada intervensi dari pihak manapun apalagi paksaan, bayaran, atau berhubungan dengan politik.

Aksi murni atas keprihatinan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anti Anarkis (GARIS). Menurut Reza, aksi Garis menunjukan bahwa mahasiswa tidak menutup mata dengan apa yang selama ini menimpa masyarakat.

“Kami yang tergabung dalam GARIS Menghimbau pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota agar bertindak tegas terhadap siapa saja yang melakukan aksi separatisme, dan merugikan masyarakat,” teriak Reza.(tr-56/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar