Rabu, 1 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Main Catur Mengasah Daya Pikir

Oleh Aslan , dalam Ragam , pada Senin, 28 Mei 2018 Tag: ,
  


Hargo.co.id — Beragam cara dilakukan untuk mengasah daya pikir. Salah satunya dengan bermain catur. Bahkan, permainan yang biasa dimainkan pria-pria paruh baya atau laki-laki dewasa ini kadang menjadi pilihan untuk mengisi waktu atau sekadar mengusir kebosanan.

Walau begitu, permainan catur ini juga tidak sedikit digandrungi oleh para wanita paruh baya atau bahkan gadis muda seperti Faradila Mohamad.

Gadis yang akrab disapa Lila ini sangat suka bermain catur. Menurutnya, catur adalah permainan yang tidak mainstream dan tidak terlalu melelahkan.

“Intinya catur tidak seperti permainan lain yang tidak terlalu membutuhkan tenaga fisik yang besar,” tuturnya.

Anak pertama dari pasangan Mansyur Mohamad dan Yulinda Puluhulawa ini juga mengatakan, memang catur tidak terlalu bermanfaat bagi kebugaran seperti olahraga lainnya, tapi catur mampu membantu mengembangkan pikiran untuk menyusun strategi sehingga daya pikir kita bisa semakin kuat.

Gadis yang sudah menyukai permainan catur sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD ini menuturkan bahwa ia pernah diejek karena suka bermain catur, karena katanya catur bukan permainan yang cocok untuk perempuan.

“Catur tidak selamanya untuk laki-laki, perempuan pun juga bisa,” ucapnya selalu ketika mendengar ejekan dari orang-orang sekelilingnya.

Lebih lanjut, gadis kelahiran 27 September 1999 ini juga membeberkan bahwa ia seringkali mengikuti lomba catur sejak SD hingga saat ini.

“Alhamdulillah pernah dapat juara 1. Selama SMP sampai SMK juga selalu ikut pelatihan catur,” tuturnya lagi.

Di akhir wawancara, gadis penyuka warna putih ini menuturkan bahwa dari catur ia belajar bahwa future can be determined by chess, layaknya catur yang melatih dirinya untuk berpikir cara menyelesaikan masalah dengan pemahaman strategi. Karena menurutnya ia harus selalu punya strategi untuk menentukan langkah selanjutnya agar bisa mendapat hasil yang diinginkan.

“Bidak poin yang walaupun kecil tapi ia tidak pernah berjalan mundur melainkan terus maju, walau satu diantaranya harus terkorbankan. Begitulah seharusnya kita menjalani hidup,” tukasnya. (zt11/hg)