Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Makanan Tradisional Digagas Masuk Kurikulum Sekolah

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Selasa, 13 April 2021 | 08:06 WITA Tag: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin saat memberi sambutan pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 di Pantai Minanga, Atinggola. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Makanan tradisional kini digagas untuk masuk dalam kurikulum sekolah. Ini diusulkan Gorontalo Utara (Gorut) bersama kabupaten/kota lainnya di Gorontalo, agar usulan itu dipayungi Perda.

Ini disampaikan Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin pada acara peringatan Hari Gizi Nasional, Senin (12/04/2021) di Pantai Minanga Atinggola. Menurutnya, upaya agar makanan tradisonal masuk dalam kurikulum sekolah di Gorontalo sebagai bagian dari upaya untuk menekan angka gizi buruk. Apalagi Provinsi Gorontalo masuk dalam urutan ke 5 daerah dengan gizi buruk tertinggi. 

“Saya juga sudah sampaikan harus ada mata pelajaran mengenai gizi di setiap sekolah, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dan saya kira itu salah satu upaya kita untuk menurunkan angka gizi buruk di daerah ini,” ungkap Indra Yasin. 

Selain itu, untuk menurunkan angka gizi buruk, upaya lainnya yang perlu dilakukan, adalah dengan mengurangi stunting. 

“Nah, stunting ini juga, kita memang masih cukup tinggi. Gorontalo Utara meskipun hanya 10,13 persen, tapi kita mesti lakukan penimbangan kembali secara realitas di masyarakat untuk anak-anak kita. Dan ini pekerjaan yang tidak ringan,” katanya. 

Upaya mengurangi stunting, khusus di Gorontalo Utara dalam beberapa tahun terakhir ini, telah membuat satu terobosan atau inovasi, yakni, Gerakan Masyarakat Cegah Stunting (Gemar Ceting). 

“Ini merupakan upaya kita dalam rangka menurunkan stunting lewat berbagai sosialisasi dan action di lapangan soal stunting,” katanya. 

Disamping kita juga, mewajibkan ibu menyusuiuntuk menyusukan ASI kepada anaknya dan diwajibkan hingga 2 tahun. Bahkan di usia remaja, anak-anak diberikan pil penambah darah. 

“Itu kita lakukan, kita persiapkan secara dini. Sehingga nanti ketika memasuki jenjang perkawinan, maka sudah benar-benar siap dan bisa melahirkan keturunan-keturunan yang berkualitas dan tidak lagi kekurangan gizi,” paparnya. 

Beberapa langkah yang dilakukan ini, termasuk penyuluhan gizi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat besar dalam rangka menekan angka gizi buruk di Gorontalo, khususnya Gorontalo Utara. Lebih dari itu, Ia menganjurkan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi. Seperti  yang dikenal dulu, 4 sehat 5 sempurna. 

“Saya pikir yang perlu kita galakkan kembali untuk generasi muda yang akan meneruskan keturunan ke depan,” kuncinya. (abk/adv/hargo)

BACA  Cegah Klaster Baru, Gorontalo Utara Perketat Perbatasan dan Pelabuhan

Komentar