Sabtu, 26 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Maksimalkan Tradisi Lokal Guna Menopang Event Pariwisata

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Rabu, 23 Oktober 2019 | 15:05 WITA
  Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Dedy Dunggio


Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu penopang iven pariwisata saat ini yakni tradisi masyarakat lokal. Apalagi, tradisi local kini masuk dalam event wisata nasional, sehingga perlu lebih dimaksimalkan.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Dedi Dunggio. Menurut Aleg NasDem tersebut, salah satu tradisi yang merupakan warisan sejak Kerajaan Atinggola yang masih terus terpelihara dan dilaksanakan rutin yakni Mandi Safar.

“Mandi Safar ini sudah masuk dalam Kalender Event Wisata Nasional. Hanya saja, pelaksanaan setiap tahunnya masih perlu untuk dimaksimalkan lagi,” ungkap Dedi Dunggio.

BACA  Gaji GTT jadi Prioritas pada Pembahasan APBD Perubahan

Sebagai Aleg dari Dapil Atinggola-Gentuma, Dedi sangat bangga dengan peninggalan warisan leluhur tersebut yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Dan ini perlu untuk didukung terus oleh semua pihak terutama daerah dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Sebenarnya kata Dedi, yang perlu dibanggakan dalam pelaksanaan tradisi peninggalan leluhur tersebut bukan pada meriahnya sebuah kegiatan, namun lebih kepada makna dari pelaksanaannya. Disisi lain, dilihat dari sisi wisatanya kata Dedi, sebenarnya ini sangat potensial.

BACA  PAW Wabup Gorontalo Molor

“Di daerah lain di Indonesia ini, prosesi ada tahunan yang dilaksanakan itu sangat meriah dan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kenapa di Gorut tidak kita upayakan demikian,” kata Dedi.

Untuk itu, Aleg muda NasDem tersebut berharap kepada pemerintah daerah terutama Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait untuk dapat melakukan terobosan baru yang lebih kekinian dan inovatif.

BACA  2021, Jalan di Pulau Ponelo Harus Dibangun

“Agar setiap pelaksanaan event daerah baik itu yang sudah masuk dalam kalender wisata nasional maupun agenda tahunan daerah dapat menyedot perhatian luas, entah itu ada hal lain yang ditampilkan pada saat pelaksanaan maupun ada hal-hal baru atau juga dapat melibatkan pihak lain dalam kegiatan yang dimaksud agar lebih berdampak tidak saja dari sisi religiusnya namun dampak sosial dan ekonomi juga didapat dari pelaksanaan event tersebut,” tandasnya. (abk/hg)


Komentar