Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Marah Soal Yerusalem, AS Gertak Negara-negara Anggota PBB!

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 21 Desember 2017 | 15:40 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Majelis Umum PBB akan menggelar pertemuan darurat mengenai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Juga rencana pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Media melaporkan pada Selasa, Haley memperingatkan negara-negara anggota PBB dengan mengatakan, Presiden Trump mengawasi pemungutan suara tersebut.

Wakil AS di PBB

Wakil AS di PBB (Reuters)

“Selagi Anda mempertimbangkan untuk memberikan suara, saya ingin Anda tahu bahwa Presiden dan AS mengawasi seluruh proses ini,” kata Halley menggertak. “Presiden akan mengawasi pemungutan suara ini dengan saksama dan telah meminta saya untuk melaporkan padanya negara-negara mana saja yang menentang AS. Kami akan mencatat setiap suara,” tulis Haley dalam surat elektroniknya seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis, (21/12).

BACA  Presiden Donald Trump dan Istri Positif Covid-19

Lewat akun Twitter pribadinya, Haley juga mengatakan, “PBB selalu meminta kami untuk melakukan lebih banyak dan memberikan lebih banyak lagi. Jadi saat kami membuat keputusan yang sesuai kehendak rakyat Amerika, yakni kami akan memindahkan Kedutaan Besar AS, kami tidak mengira mereka yang sudah kami bantu justru berbalik menentang kami.”

BACA  Hadapi Pemilu Presiden AS, Google Bakal Blokir Iklan Politik

Pada Kamis, akan digelar pemungutan suara untuk menentang keputusan AS. Amerika dengan marah berjanji akan mencatat mereka.

Status akhir Yerusalem telah lama diputuskan bahwa akan ditetapkan melalui perundingan damai Israel-Palestina. Keputusan Trump dipandang mengganggu proses perdamaian dua negara yang terus berperang itu.

(met/JPC)


Komentar