Maraknya Remaja Gunakan Obat Trihexyphenidyl

×

Maraknya Remaja Gunakan Obat Trihexyphenidyl

Sebarkan artikel ini
Kepala BPOM Gorontalo, Agus Yudi Prayudana. (Foto: Febrianca Toloy/Mahasiswa Magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penggunaan obat trihexyphenidyl yang marak dikalangan remaja, semakin memprihatinkan. Jika dibiarkan, tentu akan berdampak buruk bagi generasi bangsa mendatang.

badan keuangan

“Sebenarnya obat trihexyphenidyl ini, ada yang legal dan ilegal. Legal itu melalui jalur resmi, yaitu dengan resep dokter, dan sesuai dengan anjuran dokter. Sedangkan yang ilegal, tidak disertai dengan resep dokter,” kata Kepala BPOM Gorontalo, Agus Yudi Prayudana, Selasa (16/5/2023 ).

Menurutnya, penggunaan obat trihexyphenidyl harus dengan resep dokter. Karena umumnya, obat trihexyphenidyl, memang digunakan untuk pengobatan tremor dan kejang.

badan keuangan

Tetapi makin kesini, kata Agus, kebanyakan kalangan remaja sekarang justru menyalahgunakan obat trihexyphenidyl tanpa resep dokter.

Trihexyphenidyl merupakan zat aktif yang boleh digunakan untuk orang- orang tertentu saja, dengan tetap memperhatikan resep dokter.

Trihexyphenidyl, kata Agus, merupakan obat dengan golongan tertentu, atau obat yang boleh digunakan untuk medis.

Example 300250

Namun, apabila dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan dan tanpa resep dokter, bisa mengakibatkan keracunan, merusak kesehatan tubuh, dan mempengaruhi kejiwaan seseorang.

Penggunaan trihexyphenidyl dikalangan remaja sekarang, pastinya akan merusak sistem kerja otak yang dapat merusak daya pikir.

“Trihexyphenidyl termasuk dalam golongan obat keras, yang berlogokan huruf K,” ujarnya.

Remaja yang menggunakan obat trihexyphenidyl ini, akan dibuat berhalusinasi jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Obat trihexyphenidyl, merupakan jenis Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) golongan IV, yang mana, terdapat zat adiktif yang masih bisa dikatakan ringan dalam hal pengobatan medis.

“Harapan saya, tidak ada lagi penyalahgunaan obat-obat tertentu,” pungkasnya.(*)

Penulis: Febrianca Toloy/Mahasiswa Magang UNG



hari kesaktian pancasila