Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Maret, Bakal Ada Kejutan dari Parpol Besar di Kabupaten Gorontalo

Oleh Deice Pomalingo , dalam Headline Kabar Politik , pada Rabu, 26 Februari 2020 | 04:05 Tag: , ,
  Ilustrasi. Maret, bakal ada kejutan dari Parpol besar di Kabgor

Hargo.co.id, GORONTALO – Pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Kabupaten Gorontalo 2020, bakal jelas mulai Maret mendatang. Pada saat itu, partai-partai akan mulai mengumumkan pasangan calon yang akan diusung. Dan kejelasan sikap itu, sepertinya akan dimulai dua partai besar. Yaitu Golkar dan PPP.

Pada Maret nanti, dua partai itu sudah akan mengantongi hasil survei yang akan jadi pertimbangan utama dalam menerbitkan rekomendasi calon.

Karena mengacu hasil survei, peluang munculnya kejutan terhadap figur-figur yang akan diusung partai sangat terbuka lebar. Bisa jadi akan ada figur ‘kuda hitam’ yang bakal muncul. Karena survei tidak hanya berpatok pada popularitas tapi yang terpenting adalah elektabilitas atau tingkat keterterimaan masyarakat terhadap figur calon.

Ketua DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo Dadang Hemeto menyatakan,  setelah membuka penjaringan, DPD ll masih melakukan survey sampai dengan Maret mendatang terhadap calon-calon yang sudah mendaftarkan diri di Partai Golkar.

“Nantinya dari ketujuh calon yang maju mendaftarkan diri di DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo ini akan di survei. Dan hasil survei ini menjadi salah satu bahan laporan ke DPP untuk mengeluarkan rekomendasi siapa yang diajukan oleh partai Golkar,” tegas Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Hendra Hemeto.

Sama seperti Golkar, DPC PPP Kabupaten Gorontalo pun saat ini masih terus memproses penjaringan calon. Setelah membuka penjaringan pada Januari lalu,  nantinya di bulan Maret akan diturunkan tim survei untuk melihat elektabilitas calon wakil Bupati yang mengikuti penjaringan di DPC PPP Kabupaten Gorontalo.

“Karena DPC PPP sudah mendapatkan rekomendasi untuk calon Bupati adalah Nelson Pomalingo.  Saat ini kami sedang melakukan pembicaraan dengan tim survei. Insya Allah selama bulan Maret tim survey itu  akan bekerja. Baik survei calon maupun pasangan pasangan calon. Akhir maret sudah ada hasilnya,” ungkap Sekretaris DPC PPP Jayusdi Rivai.

Sementara itu, Ketua Tim penjaringan Nasdem Mudin Kau mengatakan, saat ini tahap komunikasi dengan sejumlah partai terus berjalan. Dan pihaknya juga akan melakukan survei pada calon-calon yang mendaftarkan diri di Nasdem.

“Saat ini masih terus berproses dan kita tetap membuka komunikasi dengan semua partai politik untuk terus menjalin silaturahmi,” jelas Mudin.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Chamdi Mayang. Menurutnya, saat ini calon-calon yang sudah mendaftarkan diri di DPC Partai Demokrat masih dalam proses seleksi berkas.

“Tahapan pendaftaran hingga Maret termasuk pendaftaran sampai dengan seleksi berkas dan perbaikan perbaikan berkas. Karena kita berupaya semua calon yang mendaftar dari partai Demokrat tidak ada yang digugurkan,” ujarnya.

Setelah proses di daerah selesai, berkas penjaringan semua calon akan diajukan ke DPP bersama hasil survei tahap pertama. Sehingga antara Maret-April semuanya rampung.

“Selanjutnya akan dilanjutkan dengan tahap survey kedua dan paling lambat awal Juni sudah diputuskan siapa yang akan memegang rekomendasi dari DPP Partai Demokrat,” jelas Chamdi.

Sementara PDIP, meski sudah membuka penjaringan di pertengahan 2019 kemarin mengaku, masih menunggu keputusan DPD PDIP.

“Besok (Hari ini.red) kami masih akan melakukan rapat dengan DPD PDIP Provinsi Gorontalo dan yang pastinya hasilnya baru akan kita umumkan seusai melakukan rapat di DPD Partai Gorontalo Provinsi Gorontalo. Khusus untuk Kabupaten Gorontalo sendiri nanti akan kita lihat apakah PDIP akan mengajukan calon internal atau bersama dengan partai lainnya,” jelas Ketua DPC PDIP Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa.

Berbeda dengan partai-partai lainnya, Ketua tim penjaringan Bupati dan Wakil Partai Amanat Nasional (PAN) Yanto Lihawa mengatakan, untuk PAN , meski sempat membuka penjaringan, tetapi tidak akan melakukan survey. Sikap PAN akan ditentukan konstelasi politik. Karena hingga saat ini calon dari partai lain belum ada yang memegang rekomendasi dari partainya masing-masing, kecuali PPP.

“Sehingga kami masih menunggu hal tersebut dan memang kami tidak melakukan survei. Karena PAN hanya mencalonkan wakil, jadi tergantung calon Bupati yang akan terus kami dalami dengan membangun komunikasi politik. Apakah mau pakai PAN atau menggunakan PAN,” tandas Yanto. (wie/hg)  

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar