Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Masker Mahal, KPPU: Kami Tidak Melihat Kenaikan Harga Signifikan

Oleh Mufakris Goma , dalam Ekonomi , pada Rabu, 4 Maret 2020 Tag: , ,
  Komisioner KPPU Guntur Saragih (kanan) di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3). (Saifan Zaking/JawaPos.com)

Hargo.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan adanya dugaan persaingan tidak sehat dari bisnis masker. Sebagaimana diketahui, harga masker belakangan naik gila-gilaan, menyusul kabar dua WNI yang positif terjangkit virus korona.

Komisioner KPPU Guntur Saragih menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian dan penelitian di daerah-daerah sebelum mengumumkan tidak adanya kecurangan. Mulai dari Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Medan.

“Kami serius untuk ini dan kami berikan perhatian besar. Berdasarkan penelitian kemarin, tidak ditemukan pelanggaran Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 1999 (tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat). Kami belum menemukan itu, baik kartel dan menahan produksi,” jelasnya di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3).

Namun ia juga meyakini, dalam penelitiannya ada beberapa wilayah yang mengalami kekosongan ataupun kelangkaan stok. Inilah, kata Guntur, yang harus dicarikan jalan keluar.

“Kami sudah memanggil stakeholder atau pelaku usaha yang cukup dominan. Dan, kami lihat tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Itu di minimarket masih jual normal, tapi stoknya yang hampir habis,” kata dia.

Guntur juga mempersilakan masyarakat yang ingin mengadukan adanya dugaan pelanggaran yang mengakibatkan masker langka. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak panik. Tingginya permintaan tidak hanya karena meningkatnya kebutuhan. Ada faktor panik yg melebih skala konsumsi,” kata Guntur.

“Semoga kita bisa melewati masa sulit. Kami harap konsumen bertindak cerdas,” pungkasnya.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi selasa 3 maret 2020