Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Masyarakat di Tarakan Dibekali Latihan Militer, Mau Perang?

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 7 Juli 2017 | 05:00 WITA Tag:
  


Hargo.co.id – Masyarakat mulai diberikan pelatihan militer. Itu dilakukan langsung oleh TNI Angkatan Udara belum lama ini.

Itu merupakan antisipasi basis kelompok radikal ISIS di Marawi, Filipina yang merupakan ancaman serius bagi Indonesia dan masyarakatnya. Tak hanya itu saja, belakangan ini telah banyak teror yang dilakukan kelompok ISIS terhadap aparat kepolisian.

Komandan Lanud (Danlanud) Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto mengatakan pihaknya melakukan pelatihan menembak kepada anggotanya setiap 3 bulan sekali. Lantaran pada bulan ini latihan menembak dilakukan bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, sehingga pihaknya mengundang masyarakat luar turut andil dalam pelatihan tersebut

BACA  Percepat 3T di Daerah, Mobile Lab BSL-2 Varian Bus Diluncurkan

“Jadi pelatihan ini sekaligus memberikan pembekalan kepada masyarakat bagaimana menggunakan senjata Api. Ini juga salah satu bentuk antisipasi ancaman ISIS,” kata Didik

Berdasarkan pantauan media ini, awalnya masyarakat diberikan materi tentang cara menggunakan senjata. Setelah itu, dimulai dipraktekan. Dalam melakukan praktek menembak, tiga warga dipanggil untuk melakukan pratek secara bergiliran dengan dibantu oleh tentara Lanud Tarakan lainya.

Terkait dengan antisipasi ISIS lainnya, Didik mengatakan sebelumnya pihaknya mendapat instruksi langsung dari Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Yadi Indrayadi S untuk lebih memperketat pengawasan di bandara dari biasanya.

BACA  Hari Pertama Berkantor di Jakarta, Risma Blusukan Ke Kolong Jembatan

“Berdasarkan instruksi tersebut, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Juwata Tarakan untuk melakukan pengecekan lebih ketat keimigrasian penumpang yang datang maupun pergi, khususnya penumpang dari Malaysia dan Filipina,” tuturnya

Ia menambahkan, instruksi tersebut berkaitan dengan potensi masuknya Kelompok ISIS dari Filipina ke Indonesia melalui Kota Tarakan karena jarak jangkauannya sangat dekat dari Kepulauan Mindanao, Filipina.

“Ini perlu diantisipasi . karena Bandara Juwata Kota Tarakan dapat dijadikan pintu masuk dan keluar penumpang tujuan Malaysia,” imbuhnya

Sehubungan dengan instruksi Komando Operasi TNI AU II tersebut, Pangkalan TNI AU Kota Tarakan telah berkoordinasi dengan pihak Bandara Juwata untuk memudahkan pengawasan yang dilakukannya.

BACA  Kasus Covid-19 Meningkat, DPR: Kaji Ulang Rencana Belajar Tatap Muka

Bentuk pengawasan yang dilakukan Lanud Kota Tarakan dengan memperketat pemeriksaan terhadap dokumen keimigrasian (paspor) penumpang yang datang maupun berangkat ke Malaysia.

“Langkah pengawasan dengan memeriksa paspor penumpang yang datang maupun yang berangkat tujuan Malaysia untuk mengantisipasi masuknya jaringan teroris (ISIS,Red.) dari Filipina ke Indonesia melalui Malaysia ke Kota Tarakan,” ujar Didik.

Didik Kristyanto menegaskan, pihaknya tidak ingin kecolongan karena Kota Tarakan dapat dijadikan persinggahan kelompok teroris menuju dan asal Filipina makanya ditingkatkan kewaspadaan. (*/Hai/jpg/pojoksatu/hg)


Komentar