Rabu, 25 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mata Ditutup, Mulut Dibungkam, Tangan Diikat, Jari Istri Dipotong

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 15 Juli 2017 | 08:12 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Demi bisa melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi, Hawa Akhter harus rela kehilangan jari tangannya.

Namun keinginan perempuan 21 tahun itu, ditentang keras suaminya yang tak bisa menerima sang istri jika memiliki pendidikan lebih tinggi.
Si Suami keji itu adalah Rafiqul. Pria 30 tahun itu tega berbuat keji pada Hawa dengan memotong jari tangannya. 

Rafiqul adalah pekerja migran di Uni Emirat Arab. Jauh-jauh hari dia memang sudah memberi peringatan kepada istrinya agar jangan kuliah, stop mengejar gelar.

BACA  Melani Berencana Ceraikan Donald Trump Usai Kalah di Pilpres AS

“Saat dia pulang ke Bangladesh, dia mengajak saya bicara,” ujar Hawa kepada The Times. “Tiba-tiba dia menutup mataku, mengikat tangan lalu menempel mulutku. Dia bilang ingin memberi hadiah mengejutkan. Ternyata dia memotong jariku,” imbuh Hawa.

Salah seorang kerabat suaminya kemudian membuang jari dari tangan kanan Hawa, untuk memastikan dokter tidak bisa menyambung kembali.

BACA  Gedung Kedutaan Arab Saudi Ditembak Orang Tak Dikenal

Hawa mengatakan, Rafiqul memang sudah memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi parah jika dia tidak meninggalkan studinya.

Rafiqul cemburu dan takut istrinya melampaui pencapaian pendidikannya, yang hanya memiliki standar pendidikan kelas delapan.

Kepala polisi di Bangladesh, Mohammed Saluddin membenarkan, motif pelaku memotong jari istrinya karena kecemburuan pendidikan.

BACA  Langkah Biden Makin Mulus, Trump Keok di Wisconsin dan Michigan

“Dia sangat marah, tidak terima istrinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.

Hawa mengatakan bahwa dia tidak akan menyerah, dan akan belajar menulis dengan tangan kirinya. “Saya bertekad untuk melanjutkan studi,” katanya.

Hawa kini kembali ke rumah orang tuanya. Sementara Rafiqul menghadapi tuntutan hukum. Sejumlah kelompok hak asasi manusia meminta pengadilan menuntut Rafiqul penjara seumur hidup. (adk/dms/JPG)


Komentar