Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Materai Baru Rp 10.000 Sah Digunakan untuk Dokumen Elektronik

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Ekonomi , pada Rabu, 30 September 2020 | 23:05 WITA Tag:
  ILUSTRASI materai. (dok. JawaPos.com)


Hargo.co.id, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan pembaruan tarif bea materai menjadi tarif tunggal Rp 10.000. Direktur Jenderal Pajak, Kemenkeu, Suryo Utomo mengungkapkan, salah satu alasan pemerintah melakukan penyesuaian tarif ini adalah karena tidak adanya evaluasi selama puluhan tahun.

Sebagaimana diketahui, tarif bea materai yang baru, akan mulai berlaku pada awal 2021. “Tarifnya sudah 20 tahun tidak naik. Ini yang menjadi urgensi, dasar, alasan pada waktu kita mengusulkan untuk mengubah bea meterai,” ujarnya secara virtual, Rabu (30/9).

BACA  Peluang Besar Bisnis Hidroponik di Perkotaan

Dilansir dari JawaPos.com, Suryo mengungkapkan, ketika UU Bea Meterai pertama disahkan yakni tahun 1985, tarif yang berlaku ialah Rp 500 dan Rp 1.000. Lalu, pada tahun 2000 atau 15 tahun setelahnya baru dinaikkan menjadi Rp 3.000 dan Rp 6.000.

“Kenapa tidak naik? Karena UU Nomor 13 Tahun 1985 mengamanatkan bahwa kenaikan maksimum 6 kali lipat. Jadi, Rp 500 menjadi Rp 3.000, lalu Rp 1.000 menjadi Rp 6.000,” jelasnya.

BACA  Bantu UMKM Kopi Pinogu, Wujud Komitmen PLN dalam Pembangunan

Selain itu lanjutnya, UU Bea Meterai yang baru juga mengakomodasi bentuk dokumen yang sudah berubah mengikuti perkembangan zaman. Suryo menjelaskan, dengan UU baru ini maka pemerintah menyediakan materai yang bisa digunakan untuk dokumen elektronik.

“Satu hal ketika kami mengubah UU Bea Meterai ini, karena sudah banyak dokumentasi-dokumentasi yang dibentuk dalam bentuk elektronik. Apalagi kita punya UU ITE yang menyatakan dokumen itu sah meski dibuat dalam bentuk elektronik,” tuturnya.(es/rb/jawapos/hg)

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Materai Baru Rp 10.000 Sah Digunakan untuk Dokumen Elektronik“. Pada edisi Rabu, 30 September 2020.

Komentar