Kamis, 3 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mau Tahu Siapa Jagonya NasDem Gorontalo untuk DPR RI? Cek Disini!

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 25 Oktober 2017 | 20:45 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Perebutan kursi di DPR RI, membuat Partai Nasional Demokrat (NasDem) harus mengeluarkan figur andalannya. Informasi yang berhasil dihimpun, Partai NasDem menyodorkan pengusaha nasional yang juga putra Gorontalo, Rahmat Gobel untuk tampil pada Pemilu legislatif 2019 mendatang.

Kabar bahwa Rahmat Gobel akan ke DPR RI dari Dapil Gorontalo, sudah beredar saat dirinya resmi gabung ke Partai NasDem. Tak pelak lagi, sosialisasi terus dilakukan, baik di media sosial, maupun langsung menemui masyarakat.

BACA  Peran Guru Dibutuhkan pada Sosialisasi Protokol Kesehatan

Rencana Rahmat Gobel ini juga dibenarkan oleh Ketua DPW NasDem, Hamim Pou yang mana menurutnya salah satu kursi di DPR RI bakal milik Parpol besutan Suya Paloh ini. “Keterwakilan Partai NasDem Dapil Gorontalo menjadi suatu keseriusanya untuk bisa meraih kursi di Senayan 2019 mendatang,” kata Hamim Pou.

Lalu siapa saja yang akan dampingi Rahmat Gobel ke Senayan? Hamim Pou mengungkapkan bahwa masih ada 10 nama yang tengah digodok untuk mengisi dua daftar Caleg, dan nantinya diumumkan pada awal 2018.

BACA  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Satgas Minta Agar Tak Kendur

Hanya saja, kini beredar isu jika dua nama yang bakal mengisi daftar tersebut yakni Bendahara DPD NasDem Kota Gorontalo, Serlly Djou dan Ketua Garda NasDem Gorontalo, Rama Datau. Nama itu cukup santer disebut akan mengisi daftar Caleg Partai NasDem untuk DPR RI bersama Rahmat Gobel.

BACA  Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Dibutuhkan di Masa Pandemi

Serlly Djou diharap mendapat dukungan suara dari Kota Gorontalo dan sekitarnya mengingat posisinya kini sebagai Wakil Ketua PKK Kota Gorontalo. Sementara Rama Datau memungkinkan mendapat dukungan dari pemuda serta pengusaha muda. “Untuk pak Rahmat Gobel, sudah final. Sementara yang lainya masih dalam proses pengujian kapabilitasnya di masyarakat,” tegas Hamim Pou.

Namun sangat disayangkan, Hamim Pou ogah menyebut siapa saja 10 nama yang tengah digodok itu. (tr-54/hargo)


Komentar