Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Pencurian di Alfamart Ditembak

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Metropolis , pada Minggu, 2 September 2018 | 15:55 Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Gara-gara melawan saat hendak ditangkap, dua orang pelaku pencurian di Alfamart wilayah Kota Gorontalo terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas alias ditembak.

Kronologisnya seperti ini. Awalnya, setelah dilakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku yakni HW alias Cibol (21), Polisi mendapatkan dua nama lainnya yakni AW alias Adri dan RS alias Adi. Keduanya merupakan masyarakat Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Atas informasi tersebut, anggota kemudian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan anggota Polres Bitung dan akhirnya dua rekannya berhasil tertangkap. Hanya saja, karena melakukan perlawanan, keduanya pun akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki.

Tak lama kemudian, team Alap-Alap (Buser,red) Polres Gorontalo Kota menjemput dua tersangka tersebut dan digiring ke Kota Gorontalo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Baca selengkapnya di Gorontalo Post edisi 3 September 2018).

Waka Polres Gorontalo Kota, Kompol Wawan Andi Susanto,SH,SIK bersama Kabag Ops AKP Lufti Amir,SIK dan Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SH,SIK di hadapan para wartawan mengatakan, modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku yakni dua orang membobol bagian atap Alfamart dan kemudian mengambil sejumlah barang-barang yang ada di dalamnya.Sedangkan satu orang lainnya berada di luar untuk memantau situasi dan kondisi.

“Setelah barang-barang tersebut diambil, mereka lewat lagi dari atap dan kemudian menjual barang-barang tersebut serta mempergunakan hasil penjualan untuk pesta Miras di wilayah Bone Bolango,” ungkap ketiga alumnus Akpol tersebut.

Tak hanya itu saja, ketiganya pula merupakan residivis dan pernah ditangkap dengan kasus yang sama yakni kasus pencurian. Hanya saja untuk target operasi mereka saat ini yakni khusus untuk Alfamart dan tidak ada sasaran lainnya. Alasannya, Alfamart mudah untuk dibobol dan mereka membobolnya lantaran Alfamart membuat penjual kios merugi.

Baca:  http://Sindikat Pencurian di Alfamart Terbongkar, Seorang Ditahan

“Alasannya tidak masuk akal. Meski demikian, kejahatan yang mereka lakukan tersebut tetap harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, para tersangka ini dikenakan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Lanjut kata Kompol Wawan Andi Susanto,SH,SIK, para pelaku sudah melakukan aksinya di 12 Alfamart. Tiga diantaranya di wilayah Kota Gorontalo, enam di wilayah Kabupaten Gorontalo, satu di Bone Bolango, satu di Boalemo dan satunya lagi di wilayah Sulut.

Khusus untuk Kota Gorontalo, jumlah kerugian akibat kasus pencurian yang telah dilakukan yakni kurang lebih Rp 43 juta. Aksi mereka pula hanya berlangsung sekitar Juni dan Agustus 2018.

“Untuk saat ini kami sudah menahan lima orang tersangka. Dua diantaranya yakni NL alias Niko dan NA alias Nita yang diduga sebagai penadah dan dikenakkan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” ungkap mantan Waka Polres Bone Bolango ini.

Kabag Ops AKP Lufti Amir,SIK menginterogasi para tersangka bersama barang bukti hasil curiannya. (Foto Natha/ Gorontalo Post untuk Hargo.co.id)

Sementara itu, Kabag Ops AKP Lufti Amir,SIK turut menegaskan, para pelaku hanya terlibat dalam kasus pencurian Alfamart. Hanya saja, hal tersebut masih dikembangkan oleh Satuan Reskrim. Apakah ada kemungkinan para pelaku terlibat dengan kasus-kasus lainnya yang ada di wilayah Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo.

“Mereka melakukan aksi 10 kali di wilayah Kota Gorontalo. Tapi masih dilakukan pengembangan terkait dengan kasus ini,” ungkap Alumnus Akpol 2006 yang didampingi Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SH,SIK.

Dua pelaku yang ditembak pula AW alias Adri dan RS alias Adi mengaku, hanya 10 kali melakukan aksi di wilayah Gorontalo dan tidak melakukan aksi lainnya. Selain itu, barang-barang yang diambil kebanyakan adalah rokok dan perlengkapan-perlengkapan pribadi. Mulai dari minyak wangi, beras, hand body dan lain sebagainya.

“Itu kami jual dan kami pergunakan untuk pesta Miras pak di wilayah Bone Bolango,” kata para pelaku kesakitan.

Hingga saat ini, tiga pelaku dan dua penadah masih sementara dalam proses pemeriksaan serta telah resmi menjadi tahanan Polres Gorontalo Kota. (kif/hg)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar