Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Membludak!! Pasien RS Dunda Menumpuk di Koridor

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Kamis, 20 Juli 2017 | 09:47 WITA Tag: ,
  


hargo.co.id Gorontalo – Belakangan ini banyak muncul keluhan-keluhan masyarakat yang mengeluhkan pelayanan dan kenyamanan pasien saat sedang dirawat atau mendapatkan pertolongan medis di RS Dunda Limboto. Pasalnya, pasien hanya dirawat di koridor atau lorong rumah sakit menggunakan peralatan seadanya saja.

Pantauan Gorontalo Post, kondisi beberapa pasien yang sedang terbaring sakit hingga kini masih menghiasi koridor di ruang IGD rumah sakit MM Dunda. Fasilitasnya pun terbatas, seperti kursi dan extra bed.

Kepada Gorontalo Post, Syaril Enga saat mendampingi keluarganya yang sedang sakit mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan kejadian ini. Pasalnya, Syaril harus rela melihat keluarganya dirawat di luar ruangan beserta pasien-pasien dengan peralatan seadanya. “Saya ini dari pagi, tapi belum dapat ruangan,” kata Syaril.

BACA  Diduga Sebar Fitnah, Seorang Warga Ditampar Kades

Saat dikonfirmasi, Direktur RS MM Dunda, Natsir Abdul, mengatakan, terkait dengan adanya pasien yang dirawat di luar ruangan benar adanya.

Namun hal ini disebabkan oleh membludaknya pasien RS. Olehnya, dengan persetujuan pasien dan keluarga, pihak rumah sakit akan merawat inap pasien namun dengan konsekuensi, pasien harus dirawat di luar ruangan dengan peralatan yang seadanya, mengingat keterbatasan ruangan yang ada. “Untuk pertolongan, kami langsung tindaki.

BACA  Orang Tua Murid Tikam Kepala Sekolah Hingga Meninggal, Guru-guru Alami Trauma

Namun untuk rawat inap, kami sudah beritahu ke pasien bahwa untuk saat ini ruangan rawat inap belum tersedia. Jadi, jika bersedia akan dirawat namun menunggu ruangan yang kosong dulu,” jelasnya.

Ditambahkan pula, jumlah tempat tidur di RS kurang lebih 235, sementara itu pasien rujukan dari beberapa Puskes di Kabupaten Gorontalo dan RS daerah lain merujuk pasien kritis ke rumah sakit ini.

BACA  Diduga Terkait Narkoba, Warga Moodu Ditangkap Polisi

Olehnya, ruang rawat inap RS tidak mampu lagi menampung jumlah pasien yang masuk dan terpaksa dirawat di tempat yang seadanya saja. “Kami akan menambah bangunan baru, namun di lokasi yang berbeda.

Mengingat lokasi RS sekarang ini tdak bisa lagi dibuatkan bangunan baru. Kami pun sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan akan membangun bangunan baru di desa Pone,” tutup Natsir saat ditemui diruangannya.(tr-56/hg)


Komentar