Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mendaftar Online, Salat Jumat di Singapura Diawasi Ketat Polisi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 28 Juni 2020 | 04:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi Suasana salat Jumat dengan protokol kesehatan di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat (5/6). Foto: Ricardo


Hargo.co.id, SINGAPURA – Ibadah jumatan di Singapura kembali digelar mulai pertengahan Juni ini, setelah sempat ditiadakan sejak Maret lantaran pandemi COVID-19.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Singapura Didik Eko Pujianto mengatakan, salat Jumat di Singapura dihentikan sejak pertengahan bulan Maret yang lalu.

“Baru dibuka setelah circuit breaker di Singapura berakhir, yaitu dimulai pada tanggal 15 Juni, salat Jumat yang pertama kalinya, dengan standar yang cukup ketat,” tutur Didik, seperti dikutip dari laman BNPB.

BACA  Ini Dia Alasan Facebook Hapus Iklan Kampanye Donald Trump

Didik menjelaskan, setiap orang wajib membawa sajadah masing-masing.

Jika tidak membawa sajadah, disiapkan oleh pihak masjid sajadah dalam bentuk plastik yang boleh dibawa pulang masing-masing.

Didik melanjutkan, salat Jumat dilakukan dua kloter masing-masing hanya lima puluh orang.

Calon jemaah salat Jumat harus mendaftar terlebih dahulu melalui internet jika ingin salat di masjid.

“Sebelum memasuki masjid, itu daftar dulu online. Kemudian, jumlahnya berapa? Ditentukan. Kalau memang jumlahnya 100, berarti dua kali salat Jumat. Kalau jumlahnya tujuh puluh misalnya. Lima puluh boleh salat Jumat, yang dua puluh salat Zuhur,” ujarnya.

BACA  Warga Praha Gelar Pesta Perpisahan untuk Virus Corona

Pendaftaran melalui internet berfungsi untuk mempermudah melakukan pelacakan tiap jemaah.

“Itu ada tracking. Setiap orang, kemudian melakukan pendaftaran online, ada namanya shift entry, jadi pakai kode QR, memasukkan nomor telepon, nama dan juga nomor IC,” ucap Didik.

“Jika terjadi sesuatu, bisa di-track di masjid itu ada berapa orang, siapa saja? Kemudian, pada kloter ke berapa kalau melakukan salat Jumat,” imbuhnya.

Selain itu pengawasan protokol kesehatan sangat ketat karena diawasi langsung oleh polisi dan bagi yang tidak menaati protokol kesehatan akan didenda.

BACA  Ethiopia Mencekam, Kematian Penyanyi Picu Kerusuhan Etnis

“Polisi berhak memberikan denda bagi yang tidak pakai masker sebesar 250 dolar. Kalau jaraknya kurang dari satu meter, diingatkan, tetapi kalau kedua kali, langsung 250 dolar juga,” pungkas Didik. (mad/bnpb/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh JPNN.com dengan judul: “Jumatan di Singapura, Mendaftar Melalui Internet, Diawasi Ketat Sama Polisi“. Pada edisi Sabtu, 27 Juni 2020.

Komentar