Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mendag Atur Impor Bawang Putih: Tidak Ada Lagi Harga yang Semena-mena

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Minggu, 14 Mei 2017 | 04:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Harga bawang putih sempat melambung di pasaran di angka Rp 60 ribu per kg. Tingginya lonjakan harga tersebut mengejutkan pemerintah, sehingga dilakukan langkah antisipasi dengan mengendalikan harganya secepat mungkin.

Pengendalian harga itu dilakukan oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dengan melakukan penandatanganan kesepakatan pembuatan tata niaga untuk komoditas bawang putih.

Enggar mengatakan, tata niaga bawang putih ini dilakukan agar tak terjadi lonjakan harga pada komoditas bawang putih. Nantinya tata niaga ini akan mengatur secara tegas mekanisme impor dan jual beli serta ketetapan harga bawang di pasaran.

“Selama ini pemerintah tidak punya tata niaga terkait bawang putih, sehingga selama ini harga bawang putih tidak bisa dikendalikan. Terutama menjelang bulan ramadan,” ujar Enggar di Jakarta, Sabtu (13/5).

Lebih jauh dikatakannya, tata niaga yang diatur ini nantinya akan bermuara pada pemberian izin impor bagi para importir. Bahkan tak hanya izin impor, para pedagang dan distributor juga diatur dalam tata niaga bawang putih ini.  “Para importir tidak lagi bisa melakukan impor bawang secara semena-mena. Para distributor harga jual akan mengacu pada ketersediaan barang dan HET,” sambungnya.

Enggar menegaskan, keran impor akan dibuka oleh pemerintah apabila memang kondisi dalam negeri tak mencukupi kebutuhan pasar.  Akan tetapi selama initak ada tata niaga ini membuat para importir dan distributor melakukan penumpukan barang sehingga barang langka di pasaran.

“Impor ke depan akan betul-betul ketat. Saya gak akan mau impor kalau memang stoknya masih ada. Petani masih bisa produksi dan banyak, buat apa impor,” ujar Enggar.

Sementara itu, Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto Siregar mengapresiasi langkah Kemendag melakukan sidak di sejumlah pasar. Dia menganggap upaya itu sudah tepat, sebagai kontrol harga di tingkat pedagang. “Selama ini ada pedagang yang suka menimbun barang kebutuhan pokok. Ini yang perlu diperhatikan,” kata Hermanto.

Menurut dia, sidak yang dilakukan oleh pemerintah akan sangat berdampak secara langsung masyarakat selama Ramadan. “Tentunya menjelang Ramadan harga pasti naik, tapi harus dalam batas wajar, makanya sidak harus diperbanyak,” katanya.

Seperti diketahui di Pasar Induk Kramat Jati, pasokan bawang putih impor mulai melimpah. Tercatat pada hari ini harganya mencapai Rp 34.000 per kg. Turunnya harga bawang putih ini didukung dengan kelancaran suplai yang diperkirakan hingga awal Juni 2017, stoknya mencapai 450 ton. Semua itu akan didistribusikan ke seluruh Jabodetabek. (hg/iil/JPG)


Komentar