Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mendagri Dianggap Tak Menghargai Usulan Pemprov Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Minggu, 22 Mei 2022 | 00:05 Tag: , , ,
  Herman Bater

Hargo.co.id, GORONTALO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri-RI), dianggap tak menghargai usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, terkait pengangkatan Penjabat Bupati Boalemo.

Pasalnya, dari tiga nama yang diusulkan beberapa waktu lalu, tak ada satu pun yang diangkat oleh Mendagri Tito Karnavian. Padahal, ketiga nama tersebut memenuhi kriteria dan syarat yang ada sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 201 ayat 11.

Herman Bater, salah satu tokoh masyarakat Boalemo menyesalkan kebijakan tersebut. Keputusan Mendagri Tito Karnavian katanya, sangat nyata tak menghargai usulan Pemprov Gorontalo.

“Penunjukan Penjabup dari Kemendagri menunjukan, bahwa seakan-akan Gorontalo tidak memiliki pejabat mumpuni yang memenuhi syarat untuk menjadi Penjabup,” ujarnya, kepada Hargo.co.id, Sabtu, (21/05/2022).

Menurutnya, kalau alasannya dikarenakan salah satu satu calon yang disinyalir mendapat penolakan misalnya, kenapa tidak Mendagri mengambil saja dari dua nama yang ada. Itulah fungsinya kenapa harus tiga nama yang diusulkan. Namun, ironisnya sama sekali tidak ada yang diangkat oleh Mendagri Tito Karnavian.

Diketahui ketiga nama tersebut adalah Handoyo Sugiharto, Risjon Sunge, dan Sukri Botutihe. Semuanya merupakan Pejabat Eselon II Pemprov Gorontalo, yang punya kinerja baik, mumpuni dan mengenal karakteristik Daerah Boalemo.

Menurutnya lagi, seharusnya Pemprov Gorontalo tegas menyikapi keputusan Mendagri yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut. Bukan malah sebaliknya, pasrah begitu saja.

“Sudah nyata-nyata Mendagri tak menghargai usulan Pemprov Gorontalo,” sesal Herman Bater. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 872 times, 1 visits today)

Komentar