Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengejutkan! Pengebom Kampung Melayu Sempat Minta Doa Restu Kepada…

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 26 Mei 2017 | 10:30 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Terungkap sudah siapa pelaku pengeboman di Terminal Kampung Melayu Rabu (24/5) malam lalu. Mereka adalah Ichwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS). Dua warga Jawa Barat yang melakukan aksi bom bunuh diri itu tewas di lokasi kejadian.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos, dua orang itu adalah pengikut pimpinan kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman. INS dan AS dua pekan lalu dilaporkan datang ke Nusakambangan, tempat Aman ditahan Mereka datang ke Nusakambangan untuk mendapatkan semacam restu dari Aman sebelum beraksi.

BACA  Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Novel Baswedan Bilang Begini

Diketahui, Aman menjadi pemimpin ideologis JAD. Dia juga yang memberikan instruksi di balik aksi teror di Jalan M.H. Thamrin pada 14 Januari 2016.

Polisi tidak membenarkan maupun membantah kabar kunjungan INS dan AS ke Nusakambangan. Yang jelas, pola serangan dan bom yang digunakan identik dengan pola anggota JAD.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menyatakan, ada beberapa barang bukti yang menunjukkan bahwa bom di Kampung Melayu adalah bom anggota JAD. Antara lain serpihan panci aluminium, kabel switch, paku, dan sisa bahan peledak TATP (triacetone triperoxide).

BACA  Pemimpin Sekte Tahta Suci Kerajaan Tuhan Lia Eden Meninggal Dunia

“Modusnya juga sama dengan kelompok yang dipimpin Aman Abdurrahman,” katanya kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah korban meninggal aksi teror itu dipastikan tiga orang. Semuanya merupakan anggota polisi. Yakni Bripda Taufan, Bripda Imam Gilang, dan Bripda Ridho. Kemarin mereka dimakamkan secara militer.

BACA  TNI Siagakan Pasukan Setan, TPNPB-OPM: Kami Hadapi dengan Pasukan Surgawi

Juga ada sepuluh korban luka. Antara lain Bripda Feri, Bripda Yogi, Bripda M. Puji, Bripda Sukron, dan Bripda Pandu Dwi. Ada juga korban luka dari masyarakat sipil.

Yakni Agung yang berprofesi sebagai sopir Kopaja, Agus yang tercatat sebagai karyawan bank, serta Fitri dan Jihan yang merupakan mahasiswa. “Untuk tiga korban meninggal dunia, diberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta dengan pangkat setingkat lebih tinggi,” jelas Setyo. (idr/tyo/yul/drx/rie/c11/ang) 


Komentar