Senin, 28 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengenal Crossfit, Olahraga yang Digemari Mendiang Ashraf Sinclair

Oleh Jamal De Marshall , dalam LifeStyle , pada Kamis, 20 Februari 2020 | 16:00 WITA Tag: ,
  Ilustrasi latihan CrossFit. Foto: Hello Sehat


Hargo.co.id, JAKARTA – Mendiang Ashraf Sinclair rupanya mengemari olahraga CrossFit semasa hidupnya. Malam sehari sebelum meninggal dunia, suami Bunga Citra Lestari (BCL) diketahui latihan CrossFit bersama pelatihnya, Oka Tripambudi.

Meski namanya masih terdengar asing, olahraga ini cukup populer di kota-kota besar. Dilansir dari Hello Sehat, CrossFit adalah berbagai gerakan fungsional yang dilakukan pada intensitas tinggi secara konstan.

Semua latihan CrossFit didasarkan pada gerakan fungsional, dan gerakan-gerakan ini mencerminkan aspek terbaik dari senam, angkat beban, berjalan, mendayung, dan masih banyak lagi, seperti yang dijelaskan pada website CrossFit.

BACA  Ini Dia Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari

Kegiatan ini dilakukan dengan memindahkan beban seberat mungkin dengan jarak sejauh mungkin. Jadi mereka ideal untuk memaksimalkan jumlah latihan yang dilakukan dalam waktu singkat. Semakin besar latihan atau pengeluaran daya, maka semakin intens usaha yang dilakukan. Dengan menggunakan pendekatan pada variasi latihan, gerakan fungsional, dan intensitas, maka latihan ini membuat keuntungan yang sangat besar dalam kebugaran.

BACA  Ini 7 Dampak Buruk dari Kebanyakan Makan Bayam

CrossFit didirikan oleh Greg Glassman. Mantan atlet senam yang juga personal trainer ini mendirikan CrossFit pertama kali di Santa Cruz, California pada 1995. Di era 1990-an, program yang dibikin Grassman dipakai untuk melatih para polisi di Santa Cruz. Tidak heran bila gaya latihannya hingga saat ini mirip-mirip militer.

BACA  Ini Dia Tips Bersepeda untuk Penderita Penyakit Jantung

Benarkah rawan cedera?

Olahraga ini tentu saja sangat tergantung kondisi individual. Beberapa kritik memang menyebut adanya risiko cedera yang tinggi, mengingat ada banyak gerakan dan program yang terhitung ekstrem. Namun dalam praktiknya, seorang instruktur CrossFit selalu menawarkan regresi atau versi yang lebih mudah sesuai kemampuan.(jpnn/hello sehat)

*Berita ini juga terbit di jpnn.com edisi februari 2020


Komentar