Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengharukan! Seperti Ini Sosok Ka Pudin, Security yang Dibunuh di Rachmat Karaoke Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 20 Maret 2017 | 20:41 PM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id - Kematian Syafruddin Abdullah (49) alias Ka Pudin Security New Rahmat Karaoke tewas mengenaskan setelah ditikam ZD (31) alias Zul, Minggu (19/3) dinihari meninggalkan duka yang mendalam bagi sanak keluarga.

Tak terkecuali rekan-rekan sejawat turut kehilangan sosok yang dikenal pendiam itu dan baik hati itu. Minggu (19/3) pukul 14.00 Wita, Jenazah ka Pudin yang tak lain Security Rachmat Karaoke itu dikebumukan di pekuburan keluarga Desa Duwano, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol).

Menurut keterangan Mahmudin Abullah (45) adik korban saat ditemui awak koran ini dirumah duka mengungkapan, Ka Pudin meninggalkan Tiga orang anak perempuan atas buah pernikahannya dengan Erni Darise,(45).

[Baca: Innalilahi, Security Rachmat Karaoke Tewas Ditikam]

“Sebelum menjadi security di Rachmat Karaoke. Almarhum Ka Pudin merupakan penambang emas di kawasan Suwawa,”kata Mahmudin Abdullah.

[Baca:Begini Kronologis Pembunuhan Security Rachmat Karaoke Gorontalo]

Ka Pudin adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Bagi mahmudin Abullah, Ka Pudin dikenal baik hati dalam lingkungan keluarga bahkan di tengah masyarakat. Ka Pudin juga sangat bijak terhadap saudarannya.

“Kami minta agar pihak kepolisian bisa memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak keluarga meminta agar pelaku yang telah menghabisi nyawa kakak kami agar diberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,”harap Mahmudin Abdullah.

Sementara itu salah satu anak Almarhum, yakni Siti Zahra Abdullah, (15) mengaku, kepribadian ayahnya semasa hidupnya adalah sosok yang baik dan tegas dalam mendidik anak-anaknya.

“Papa tidak pernah marah kepada kami sebagai anak-anaknya. Papa malah mendidik kami dengan hal-hal yang baik,”singkatnya.

Beberapa rekan Almarhum yang turut menghadiri prosesi pemakaman mengungkapkan, ka Pudin dalam kehidupanya adalah sosok yang akrab dan suka bergaul dengan siapapun tanpa membedakan antara satu dengan yang lain.

“Almarhum selalu berbagi dengan kami sesama teman,”kata rekan Alm. Ka Pudi.

Dua hari sebelum insiden pembunuhan itu terjadi, akhir-akhir ini alamrhum saat lagi bersama rekan-rekan setelah menyelesaikan sholat Jumat di Desa Bube, lebih banyak menyendiri.

“Dua hari terakhir sebelum kejadian itu, Alm. Ka Pudi mengajak rakan-rekanya itu berbicara tentang ilmu Agama dan Hadist. Kami kaget setelah menerima informasi bahwa Ka Pudin sudah meninggal dibunuh,”tandas rekan Ka Pudin yang meminta namanya tak dikorankan. (tr-49/tr-54/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar